1 Komentar

Manfaat Mikoriza bagi Tanaman


Tanaman dengan mikoriza (kiri) dan tanpa mikoriza (kanan)

Ada banyak sekali keuntungan yang diperoleh tanaman jika terinfeksi oleh mikoriza, terutama dalam meningkatkan kesuburan tanaman dan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Mikoriza dapat berlaku sebagai perpanjangan akar bagi tanaman, jadi walaupun tanaman jarang disiram, tanaman selalu cukup air karena jalinan hifa mikoriza mampu menjangkau dan mencari sumber air yang letaknya jauh sekalipun. Dibandingkan dengan tanaman tanpa mikoriza, kerusakan jaringan korteks pada akar tanaman yang bermikoriza akan cepat pulih, sementara kerusakan korteks pada akar tanaman tanpa mikoriza akan menyebabkan tanaman kering dan mati kekurangan air.

Mikoriza juga efektif meningkatkan penyerapan unsur hara baik makro maupun mikro, terutama unsur hara P karena mikoriza memiliki enzin pospatase. Mikoriza juga mampu menjadikan unsur hara yang tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman, terutama unsur hara yang terikat kuat oleh muatan tanah, dan unsur hara yang terakumulasi pada tanah masam yang mengandung Al yang tinggi seperti unsur P, Cu, dan Zn. Hal ini juga membuat tanaman yang bermikoriza lebih toleran terhadap pH rendah.

Selain meingkatkan penyerapaan air dan unsur hara, mikoriza juga berperan dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap infeksi patogen tanah. Jalinan hifa mikoriza yang membungkus akar dan memiliki penampang yang luas membuat patogen tanah sulit untuk menembus tanaman. Selain itu mikoriza juga menciptakan lingkungan disekitar tanah tempatnya berada tidak sesuai dengan syarat hidup patogen tanah tersebut dengan cara mengeluarkan zat kimia dari kelebihan karbohidrat yang didapat dari tanaman sehingga selain mencegah patogen tanah menginfeksi tanaman juga sekaligus membunuh patogen tersebut.

Mikoriza mampu membuat tanaman menjadi toleran terhadap kontaminasi logam berbahaya. Pada tanah yang mengandung unsur hara bermanfaat misalnya hara P, Zn dan Cu serta unsur yang bersifat toksik seperti Cd dan Ni, mikoriza tidak mentransportasikan unsur Cd dan Ni ke tanaman yang terinfeksi sehingga tanaman tidak terpengaruh oleh toksikitas Cd dan Ni. Tanah dengan kontaminasi logam tinggi mampu diperbaiki oleh mikoriza sehingga cocok untuk budidaya tanaman

Selain manfaat diatas, mikoriza juga mampu memacu pertumbuhan tanaman karena mikoriza dapat menghasilkan zat pengatur tumbuh bagi tanaman. Mikoriza menghasilkan ZPT seperti auksin, sitokinin dan giberelin. Pada keadaan tertentu, metabolisme mikoriza juga menghasilkan vitamin.a

Iklan
Tinggalkan komentar

Kehilangan dan Pengembalian N dari dan ke Atmosfer


Siklus Nitrogen di Alam

Kehilangan N dari atmosfer terjadi dengan beberapa cara. N merupakan unsur yang dalam suhu ruang berbentuk gas. Unsur ini sulit terikat oleh unsur lainnya. Pada keadaan alami, unsur N difiksasi oleh bakteri, baik yang bersimbiosis dengan tanaman maupun yang tidak. Kedua jenis bakteri ini menggunakan enzim nitrogenase untuk menambat N menjadi NH3 sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Pada bakteri yang bersimbiosis dengan tanaman, misalnya rhizobium dengan tanaman legum, penambatan N dibantu dengan leghaemoglobin (ion besi) untuk melakukan transpor elektron. Selain ditambat oleh bakteri, dalam keadaan alami kehilangan N dari atmosfer juga disebabkan oleh petir saat terjadinya hujan. Gesekan dan panas yang terjadi akibat aliran listrik oleh petir menyebabkan unsur N dan unsur lainnya seperti O menjadi bermuatan berbeda sehingga terikat secara alami. Selain secara alami, N juga dapat hilang dari atmosfer secara buatan. Contohnya adalah pada pembuatan pupuk N yang dilakukan oleh industri pupuk. Karena manusia belum mampu membuat enzim nitrogenase, maka pembuatan pupuk N dilakukan dengan cara kimia. Mekanismenya yaitu, unsur N yang berbentuk gas dikumpukan dalam satu ruang bersama dengan unsur O (untuk pembuatan nitrat) atau H (untuk pembuatan amonium). Kemudian usnur tersebut dimampatkan dengan tekanan yang tinggi dan suhu yang tinggi sehingga terikat, lalu ditambahkan bahan pemadat agar pupuk tersebut dapat digunakan dalam bentuk butiran.

Pengembalian N ke atmosfer terjadi karena denitrifikasi oleh bakteri tanah. Proses yang terjadi adalah sebagai berikut: NH4 yang berasal dari pupuk atau dari penguraian organisme mati, jika tidak dimanfaatkan oleh tanaman, maka akan mengalami proses nitrifikasi oleh bakteri menjadi NO3. NO3 merupakan senyawa bermuatan negatif, jika tidak diserap oleh tanaman maka akan mengalami dua proses yaitu leaching (pencucian) dan terdenitrfikasi oleh bakteri menjadi NO2 dan kembali ke atmosfer. Proses denitrifikasi NO3 menjadi NO2 oleh bakteri dengan bantuan enzim nitrat reduktase digambarkan oleh reaksi berikut :

NO3 ——-nitrat reduktase—-> NO2

NO2 merupakan senyawa yang sifatnya racun bagi tanaman. Senyawa ini dapat langsung menguap atau mengalami proses reduksi dengan bantuan enzim nitrit reduktase yang dihasilkan oleh bakteri denitrifikasi menjadi N2 lalu kembali ke atmosfer dalam bentuk gas.

Tinggalkan komentar

Mengapa Unsur N, Mg dan Fe Gejala Defisensinya Hampir Sama?


Gejala defisiensi N pada daun

 

Ketiga unsur tersebut berperan dalam pembentukan klorofil, sehingga mempengaruhi warna hijau pada daun. Gejala defisiensi ketiga unsur ini yaitu daun berwarna kekuningan. Walaupun memiliki gejala yang hampir sama dan berperan dalam pembentukan klorofil, masing-masing unsur meiliki peran yang berbeda.

Unsur Mg dalam klorofil merupakan unsur yang menjadi pusat, yaitu unsur yang mengikat unsur-unsur lain. Dapat dilihat, letak unsur Mg pada gambar dibawah. Unsur Mg, merupakan unsur hara Makro, namun unsur ini tidak diperlukan sebanyak unsur hara makro lainnya. Dalam satu ikatan klorofil, unsur Mg hanya dibutuhkan satu saja, dibandingkan unsur N, C dan O.

Ikatan Haemoglobin dan Klorofil

 

Unsur N seperti pada gambar diatas merupakan cabang yang langsung mengikat N. Dalam satu ikatan klorofil, dibutuhkan empat unsur N. Itulah sebabnya mengapa biasanya pupuk N diberikan lebih banyak dibandingkan pupuk makro lainnya.

Unsur Fe, walaupun tidak masuk dalam ikatan klorofil, Fe juga berperan dalam pembentukan klorofil. Unsur Fe merupakan kofaktor enzim, yang mana enzim tersebut berperan dalam membantu pembentukan ikatan klorofil. Fe membantu mengaktifkan enzim tersebut sehingga enzim dapat berperan mengikat masing masing unur dalam ikatan klorofil. Unsur Fe merupakan unsur yang paling sedikit dibutuhkan dibanding unsur hara makro lainnya karena perannya yang sedikit ini. Selain pembentukan klorofil, Fe juga berperan dalam pembentukan haemoglobin yang menjadi pusatnya. Pada tumbuhan, haemoglobin terdapat pada tanaman leguminose yang bersimbiosis dengan rhizobium.

4 Komentar

Indonesian » Weekly Photo Challenge: Intricate (Rumit)


Dau-20131128-02393

Fungus from microscope

No matter how epic everything human made, nothing compared to what does nature give to look, nothing compared to what has god created for us. That is just a simple shoot from my microscope that shows how intricate fungus is. One single organism is built by a lot of cell, that’s just epic – for me.

Learning about plant microbiology gives me so much experiences to see beautiful and amazing look of cells and stems and every parts of plants. It makes me always remember that “Me, You, and They are just made from simple cells. We are the same”

PING!!! http://dailypost.wordpress.com/2015/05/01/intricate/

another Intricate shoots

Weekly photo challenge : Intricate #iphoneography | Captured With My Phone

Up Close to See Their Hearts | From Hiding to Blogging

Weekly Photo Challenge: Intricate | UNGEMALTES

weekly photo challenge: intricate | Matt von P

Symmetry | Through the Lens

Weekly Photo Challenge: Intricate | JGTravels

2 Komentar

Revolusi Banner FB Agro UMM’ 13 Selama 4 Semester


logo

Secara nyata, Maulz bukan orang yang seneng basa basi.. Tapi tiap kali nulis ginian selalu masukin prolog yang entah ada yang mau baca atau enggak.. Nggak cuma prolognya aja, badan tulisan ini pun belum tentu ada yang sudi melirik. Tapi, menulis bagi Maulz bukan suatu hal yang “kamu harus baca”, ini adalah cara ekspresi diri sendiri. So, seberapa penting dan bermanfaat tulisan ini bagi orang lain bukan hal yang harus Maulz permasalahkan 😛

Desain, bagi Maulz hanya sekedar hobi. Yah, dulunya desain menjadi pekerjaan untuk menghasilkan uang sebelum kuliah di jurusan Agroteknologi ini. Hanya sekedar berbagi dan syukur-syukur ada yang memberi saran agar lebih baik. Lebih senang lagi jika apa yang Maulz kerjakan ini menjadi inspirasi bagi kawan-kawan yang juga sehobi sama Maulz.

  •  Desain Pertama

banner1Masih baru banget kenal kawan-kawan satu kelas. Bahkan belum semua nama teringat di kepala. Namun, sudah banyak kegiatan yang sering dilakukan bareng-bareng dan memberi inspirasi membuat banner model ini.

  • Selamat Tahun Baru

banner2Sekedar mencoba tema “Tahun Baru” memberi inspirasi membuat desain model ini. Masih di semester satu dan secara teknis masih sangat kasar dalam desainnya 😀

  • Semester 2

banner3Hanya bertahan beberapa minggu, desain ini memberikan nuansa close up pada dunia tanaman. Belajar menyatukan tulisan pada gambar tiga dimensi.

  • Windows 8 Theme

banner4Menciptakan ide yang murni itu sulit. Namun, ide dapat datang dari mana saja. Maulz baru menginstall Windows 8.1, dan surfacenya memberi inpirasi untuk banner semester 2 ini.

  • Kartun Style

bannerBkin kartun di salah satu situs web komik dan menjadikannya sebagai ikon kelas.. Hasilnya lumayan 🙂

  • Simple Design

banner5Mulai seneng sama desain yang simpel-simple dan jadilah desain banner yang satu ini.

  • 17 Banner

17 bannerMulai mengenal baik Corel Draw dan menggemari desain yang simpel-simpel. Pas dengan HUT RI ke 69 memberi inspirasi mengganti banner grup dengan yang satu ini.

  • Typography

banner6Desain dengan model tipografi terlihat lebih elegan dan keren. Desainnya simpel tapi tetep aja terlihat keren. hahahaha

  • Selamat Tahun Baru 2015

banner7Mengusung tema “Love Color”, desain banner tahun baru 2015 dibuat sesimpel mungkin. Tapi tetep mengandung keindahan dan keceriaan 😛

  • Semester 4

Banner8Semakin ke depan, semakin simpel mencari ide desain. Seperti yang satu ini, dan ini adalah banner terakhir yang Maulz buat. Kemungkinan akan mengganti dengan yang baru lebih akan lama lagi.

Sekali lagi, hanya sekedar berbagi inspirasi dan menyalurkan ide dan karya. Mohon maaf jika ada kesamaan ide, yah setidaknya nggak ada ide yang bener=bener murni. Maulz mengadopsi istilah “ATM” yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi. 😀

8 Komentar

Indonesian » Weekly Photo Challenge: Scale (Skala)


DSC_0127

I compared danboo with people at the background

Scale, I even don’t know what is it even mean. In simple way, I think that is about comparing the size of two or more objects. But, it is not just about that. By looking at the other wordpress blogs, I found many ideas to explore what are “scale” mean from my perspective. I captured this photo at Malang Car Free Day. There were so many kind of souvenir we could buy there. I love this one, it’s really cute.

Pengunjung melewati lereng

People look so small there

I think what I captured above shows what is scale mean. Scale is also about how small or how big you look I think. I captured this photo when I trip to Bromo. I found this and it looked amazing for me.

Tangga yang menuju ke puncak gunung

What do you think?

That is just a stair (is it called stairs? – o nevermind). It’s kinda shows the other mean of scale. You know, we can see that. It’s hard for me to explain, but you can decide.

DSC_0129

You look so small in this world to the others

“Scale” bonus. Just for record, Scale is not always about how to compare physical size. When I saw this couple the beg for money and no one paid attention, I realized how small they are.

– photo by M. Salasanto

PING!!! Scale

Another scale photos from my friends over the world

2 Komentar

Investasi Cepat Saji untuk Cepat Mati


IMG-20140529-02905 (1944 x 1458)

Beli pas kemaren. Jarang-jarang nih makan di sini. Enak sih, cuma porsi belinya pas udah gajian aja ya. Sesekali baik hati dan nraktir temen 😀

 Di negeri sendiri, makakan cepat saji itu identik dengan makanan “orang kaya”. Gimana enggak, harganya selangit dan tempatnya juga elit. Tentu saja yang Maulz maksud makanan cepat saji di sini adalah makanan cepat saji ala luar negeri, to be honest makanan di KFC misalnya, McD, Burger King dan kawan-kawannya, minuman seperti Coca-Cola, Pepsi, dan minuman soda lainnya atau yang lebih dikenal sama mereka yaitu fast food atau junk food (kalo minuman jatuhnya jadi soft drink, tapi sama aja). Makan cepat saji ini juga merupakan sumber berbagai penyakit, dan banyak jenis penyakitnya pun juga sering diistilahkan “penyakit orang kaya”. Kalo makanan cepat saji negeri kita, ya ga usah dibahas, udah murah, sehat pula, gado-gado misalnya, banyak sayur toh.

Dalam artikel yang ditulis oleh Idhotul Badiah di Bestari (opini edisi 318), disebutkan bahwa fast food dapat dibagi dalam tiga kategori. Pertama, yang memiliki dampak buruk karena tinggi kandungan garam, lemak dan gula. Kedua, yang tidak memiliki dampak baik maupun buruk. Ketiga, yang baik dikonsumsi sebagai energi dan kesehatan tubuh.

Nah, junk food termasuk kategori fast food tipe pertama. Mari kita gunain junk food aja untuk ngebahas itu, lebih pantas. Junk food, kalo di Indonesiakan artinya makanan sampah (junk = sampah; food = makanan), maksudnya makanan yang nggak bikin sehat, banyak lemak, gula, tentunya jadi sumber penyakit. Makanan yang masuk anggota junk food antara lain hamburger, kentang goreng, hot dog, gorengan lainnya, snack, makanan kalengan, permen, minuman soda, makakan dengan pewarna, pemanis dan pengawet buatan.

Diambil dari berbagai sumber, konsumsi junk food terlebih pada yang berlebihan dapat menyebabkan metabolisme tubuh terganggu akibat insulin yang tidak terkontrol, hipertensi dan diabetes pada anak jika dikonsumsi ibu mengandung, kanker payudara, hiperaktif pada anak, obesitas, hipertensi, pengerasan pembuluh darah, penyakit jantung koroner, Stroke, merusak hati, hingga penurunan IQ pada anak.

Negara dengan tingkat obesitas terbesar di dunia adalah Arab Saudi (35,6%), diikuti Meksiko (32,8%) dan Amerika Serikat (31,8%).

Hal ini berarti, junk food merupakan investasi cepat saji untuk sepat mati. Semakin banyak orang yang bergantung pada junk food, ya maka semakin banyak pula penyakit yang ditanamkan.

Lalu, kenapa sih banyak yang milih mengkonsumsi junk food?

Jika kita melihat perkembangannya di Indonesia, konsumsi junk food tidak sebanyak di negara lain. Konsumsi di restoran junk food masih dinilai berkelas dan dikonsumsi orang-orang yang memang punya “uang lebih”. Beberapa alasan memilih restoran junk food di Indonesia adalah karena tempatnya yang bersih dan nyaman, proses penyajiannya cepat, menu yang disajikan bervariasi, berkelas, serta pelayanan yang baik.

Alasan konsumsi junk food seperti snack dan minuman soda, rasanya yang enak dan banyak pilihan rasa membuatnya banyak digemari terutama oleh anak-anak, belum lagi makanan ini sangat mudah temukan tidak hanya di pasar swalayan atau mall, tapi juga di pasar tradisional.

Walaupun berbahaya bagi kesehatan terutama bahaya akibat obesitas, di Indonesia sendiri anak yang menderita obesitas akibat junk food masih tergolong rendah. Data dari Departemen Kesehatan pada tahun 1993 menyatakan bahwa jumlah penderita obesitas meningkat menjadi 6,3% untuk anak laki-laki dan 8% untuk anak perempuan. Hasil survey Departemen Kesehatan juga menunjukkan bahwa pada umur 40-49 tahun, wanita yang mengalami overweight berkisar antara 30%-49% .Data baru yang dikumpulkan oleh Himpunan Obesitas Indonesia tahun 2008 menunjukkan bahwa prevalensi obesitas untuk anak-anak pada sejumlah Sekolah Dasar di Indonesia adalah 12% menderita obesitas dan 9% kegemukan dari 1.730 anak.

Salah satu film dokumenter menarik tentang junk food berjudul Fed Up karya Stephanie Soechtig. Dalam film tersebut disebutkan bahwa pada tahun 2010, 2 dari 3 warga Amerika mengalami obesitas atau kegemukan. Saat ini, 30% dari seluruh warga Amerika mengalami obesitas, dan 40% terindikasi obesitas.

Hal ini termasuk miris jika kita bandingkan dengan konsumsi makanan nenek dan kakek kita. Dahulu, mereka nggak kenal junk food dan makanan cepat saji lainnya. Bahan makanan diolah sendiri nggak pake bahan tambahan instan dan hasilnya, banyak diantara kamu yang masih melihat betapa kuatnya mereka hingga saat ini. Bandingkan dengan banyak orang saat ini, di mana belum terlalu tua tapi sudah mengidap diabetes dan penyakit jantung. Tidak lain dan tidak bukan, konsumsi makanan memberi pengaruh yang besar terhadap hal itu.

Apa yang dapat kita lakukan?

Tentunya menjaga pola makan. Menghindari makanan instan dan makanan cepat saji lainnya. Masak sendiri lebih baik. Satu hal yang harus selalu diingat, hidup sehat dengan makanan sehat itu murah, murah banget malah.

Dikutip dari film Fed Up, ada beberapa tantangan yang dapat dikerjakan buat ngurangin resiko yang ditimbulkan akibat junk food diantaranya: (1) nggak mengkonsumsi gula selama 10 hari, (2) hindari makanan instan, (3) lihat komposisi makanan kemasan dan jangan beli makanan dengan komposisi yang kamu nggak kenal, (4) buatkan bekal buat anak, di sekolah banyak makanan instan, dan (5) banyak minum air putih.