2 Komentar

What I Will Be . .


44XLQ_PHTW5

I love biology. I also like plants and the way they grow. I learn so much thing about our nature from biology, that is why I decided to concern in agriculture.

When I was child,  I liked to read every scince books that I’ve found at my house. Actually, those books belonged to the previous owner of my house. They left so many books. My sister also often liked to play “school” and we learned everything at backyard. At first, My favourite was astronomy, until it turned into biology when My watermelon started fruiting😀 .

When I was at senior high school I joined biology olympic, I have joined Biology Olimpic twice and I won both of them. I am so proud of my self of course, my parent must be proud too.

Now, I am on college. My departement is Agriculture. I do not learn biology at all like I did before, but My study is more specific, and I learn so much things about plants and the way they grow. At this time, I am so busy. Not me at all, but all of my friends at the same department with me are busy too. We learn, We Find, We analize, and We are doing research too.

I want to be a botanical scientist someday. My favourites are fruits, mushrooms, and plant desease, so one of them will be my research on my next grade. I want to work with our government and many researchers around the world, because I want to make something new in agriculture world, useful for civilization, and cheaper, so everyone can use it beacuse I want to give “big things” before I die. I want to develove my small village and mange every potentials that I can find, so we will have our selves-food storages and for the next level, we will be the one of Indonesia’s important island, and we will have something to export to our neighborhood. Eventhough I will be busy at work, I promise to my self that I will not let my job prevents me to have much time with my children and my wife. I do not want to be a rich person, I just want to be happy with everything I have. And the main thing is I want to make my parents proud of me, and I will go to Mecca and every countries with them soon.

timeline cover2

1 Komentar

Selepas Kata Terlempar Berguling


XCP5W_PHTW5Selepas kata terlempar berguling
memecah nadi membuat sakit begitu saja
ada kala batu karang itu rapuh
ada kala perahu kecil berhenti berkayuh

Burung sekarat tinggal sendirian
berharap mati cepat di pinggiran jalan
aku seperti burung
bukan terbang, aku bukan burung itu

Selepas kata terlempar berguling
menatap kaca pecah belah begitu saja
kaca itu siap menyayat
tak bertujuan, siapa yang ia kenal?

Menarik diri,
apa aku asing di sini?
mencoba bercampur, namun terlihat
apa aku berwarna terlalu pekat?

Tuhan,
aku di sini
aku tak pernah bisa bersembunyi

Kawan,
kau di mana?
kau bilang tak sembunyi, namun kau tiada

Selepas kata terlempar berguling
banyak ulat mendekat namun tak jadi
aku daun beracun, aku tahu aku daun beracun
menjadi takdir bodoh begitu saja

Selepas kata terlempar berguling
tubuhku hanya sanggup tinggal berbaring

Kategori : Entahlah
Tentang lain lain yang menjadi rahasia

Tinggalkan komentar

Mini Series KKN 03 UMM #2: Tampung Keluhan Warga Lewat Sarasehan


Kumpul: Warga dan Mahasiswa KKN mendiskusikan program dan kegiatan kedepan.

Kumpul: Warga dan Mahasiswa KKN mendiskusikan program dan kegiatan kedepan.

Sabtu (23/7) pagi, tepatnya pukul 8 WIB, sejumlah perangkat desa seperti kepala dan serkretaris desa, kepala dusun, perangkat kesehatan desa, kader kesehatan desa, karang taruna, dan tokoh masyarakat Desa Kramat memadati Posko KKN 03 UMM. Tujuannya adalah pengenalan peserta dan program kerja KKN sekaligus diskusi antar perangkat desa dan mahasiswa KKN.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk sarasehan dengan mengusung tema “Membangun Silaturahmi Antara Mahasiswa KKN dan Warga Demi Mewujudkan Desa Kramat Berkemajuan”. Pembahasan yang awalnya lebih ke arah nilai dan norma warga sekitar berubah menjadi tempat curahan dan keluhan yang dialami di Desa Kramat. Hal ini tentu saja menjadi PR bagi mahasiswa KKN bagaimana menyesuaikan program kerja agar mampu memenuhi apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat.

Salah satu Sumber Daya Alam (SDA) Desa Kramat adalah Waduk Klampis. Warga berkeinginan bagaimana waduk ini menjadi tertata dan menjadi objek wisata yang ramai. Bagi warga, waduk ini memiliki peran yang besar, namun pengetahuan tentang tata kelola menjadi problematika utama. Dahulu, pernah pula dikembangkan jaring apung, lagi inovasi ini tidak membuahkan hasil maksimal di mana ikan tidak mau tumbuh.

Di sektor pertanian, muncul lagi masalah lain. Perlu diketahui bahwa komoditi utama desa adalah padi, jagung, kacang tanah, dan cabai. Komoditi ini cukup membantu perekonomian masyarakat. Ada pula ketela pohon yang cukup subur untuk tumbuh, namun banyak warga enggan membudidayakannya. Masalah harga tidak lain adalah penyebabnya, terlalu murah untuk dijual.

Tidak hanya masalah SDA, Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi kendala. Di bidang kesehatan misalnya, banyak ibu dan balita yang masih enggan datang ke posyandu. Tiap dusun punya ceritanya masing masing, di Dusun Dalbadung dan Dusun Baban, antusias masyarakat masih dinilai baik, walaupun tidak sepenuhnya dalam angka yang sempurna. Namun, permasalah utama ada di Dusun Serean. Antusias masyarakat sangat rendah, bahkan dalam satu kali posyandu tidak sampai lima orang yang datang, sehingga tenaga kesehatan tidak rutin melaksanakan posyandu, ditambah lagi akses jalan yang sangat parah.

 

Salam, KKN 03 UMM, Ikuti terus ya Mini Series KKN 03 UMM🙂

– Dari Muhammadiyah untuk Bangsa –

5 Komentar

Mini Series KKN 03 UMM #1: KKN, Desa dan Gambaran Umumnya


IMG_0206.JPG
Selasa lalu, tepatnya tanggal 19 Juli 2016 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang mulai memberangkatkan mahasiswa KKN. Pemberangkatan dilakukan mulai pada Selasa hingga Jumat di beberapa daerah di Jawa Timur. Bermotto Fastabiqul Khairat, selama satu bulan KKN UMM siap untuk terjun dan memberdayakan masyarakat desa.
KKN Kelompok 3 adalah salah satunya. Kami mendapatkan tugas di Desa Kramat. Salah satu desa di Kabupaten Sampang di Pulau Madura. KKN periode ini merupakan KKN yang pertama kali dilaksanakan oleh UMM di Pulau Madura. Ada empat kelompok yang ditugaskan yakni kelompok 1 hingga 4.
Sedikit gambaran desa kami – Desa Kramat. Desa kramat, Kecamatan Kedundung, secara administrasi dibagi menjadi tiga wilayah yakni Dusun Dalbadung, Dusun Baban, Dusun Serean. Di desa ini terdapat waduk yakni Waduk Klampis yang mengambil sebagian besar wilayah desa. Waduk ini sendiri dimanfaatkan untuk pengairan sawah di beberapa kecamatan, tempat wisata, hingga tempat mata pencaharian warga.
Desa Kramat berbatasan langsung dengan Desa Komis, Desa Banjar, dan Kecamatan Torjun. Sebagian besar tanah meruapakan campuran tanah kapur dan tanah liat. Kondisi jalan desa yang sempit dan rusak sedang membuat akses desa tidak sepenuhnya lancar. Dusun Serean misalnya, terletak di balik bendungan dengan akses jalan yang berbatu, serta jauh dari jalan utama membuat dusun ini menjadi salah satu dusun dengan kondisi paling buruk.
Kesulitan dalam transportasi menyebabkan perekonomian warga, penanganan kesehatan dan administrasi desa terhambat. Sebagian besar warga adalah buruh tani. Tidak sedikit pula pemuda yang memilih tidak melanjutkan sekolah untuk membantu menjadi tulang punggung keluarga. Banyak pula pemuda memutuskan untuk bekerja sebagai TKI di Malaysia atau merantau ke kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa, sehingga produktifitas desa menjadi kurang berdaya. Tantangan lain dari segi pemuda desa adalah tidak aktifnya karang taruna sejak tahun 2000.
Selain buruh tani, masyarakat juga memanfaatkan waduk sebagai mata pencaarian dengan budidaya ikan. Masyarakat Desa Serean menggunakan jaring terapung untuk membudiyakan ikan. Tetapi karena terbatasnya sumber daya manusia, usaha perikanan Desa Kramat sering mengalami pasang surut. Produk pertanian lokal lain adalah pisang, singkong, dan ubi jalar. Hal lain yang kurang dimanfaatkan oleh masyarakat adalah kotoran sapi, sehingga Biogas menjadi salah satu program unggulan dari mahasiswa KKN Kelompok 3.
Pemanfaatan kotoran ternak untuk Biogas, pemanfaatn pekarangan rumah untuk menanam sayuran, pengaktifan kembali karang taruna, dan penyegaran posyandu merupakan sebagian dari 18 program unggulan yang kami laksanakan dalam 1 bulan kedepan.

Salam, KKN 03 UMM, Ikuti terus ya Mini Series KKN 03 UMM🙂
– Dari Muhammadiyah untuk Bangsa –

 

1 Komentar

Goreng Lele | The Horror Story


Baru saja kelar posting video di channel youtube maulz (dan teman teman) – Loan House Production. Jadi, video baru ini bertajuk Lele Goreng The Horror Story. Bukan lagi kehabisan ide atau apa apa, sebener ya ide banyak, ya cuma SDM aja susah banget dimintain waktu. hahaha, sebenrnya apapun ya bukan halangan selama ada kemauan, toh yang namanya SDM bisa dicari, yang penting niat atau enggak, mau atau enggak – ini ngomong apa sih..?

Balik ke lele. Jadi, itu video Maulz garap sendirian dengan peralatan seadanya. Saking minimnya fasilitas, ya pake kamera poket canon buat shoot ditambah pencahayaan dari lampu LED biar ngurangin noisenya kamera (yang lumayan jelek lah kalo dibuat take video).

Karena 1 minggu lagi sudah UTS, jadi akhir2 ini produksi video agak ngandet dan jarang update, tapi balik lagi kok insyaallah kalo udah selesai UTS. Mau yang lain ada waktu atau enggak, Maulz janji akan tetep jalan biarpun sendirian. Sebenarnya ya mampu, kadang harus nunggu yang lain karena males aja ngerjain sendiri.

Sebenernya ini tulisan adalah sebuah bentuk kemarahan dan kekecewaan Maulz, tapi biarlah mau gimanapun juga ga akan ada yang berubah kan. Pertanyaannya, kenapa kita harus ikut “turun” ketika orang lain “turun”. Kan kaki tangan milik sendiri, dijalankan sendiri. Jika satu tidak bisa, mengapa harus ngebatalin semua..? kenapa nggak tinggalin saja…?

3 Komentar

After Two Years. Finally I am Back


D4, my best friends

Saturday, July 11 of this year. Finally I step my feet at Natuna – my hometown. Meeting with D4 – my best friends was the  first thing that made me happy to do. Actually, dramatic meeting I imagined did not happen at all. Nothing change, that was the moment I liked so much. For two years we’ve been apart, and I was feeling like I’ve never left them at all. I was glad to meet them and sharing our story. But, unfortunately I had to leave them again because my home was far away from them, actually It stood at different island. We wanted to break our fasting together, but it was not held because my grandpa really wanted to see me first.

My house at the city The first time I arrived at my house at the city, I was really happy to see my garden. All the plants I’ve planted two and three years ago is growing so beautiful (for me). Some of them grew too fast, so my dad cut them. It’s fine, I was glad they were not killed. I also brought new plant from Malang (Tradescantia zebrina), and I planted it near my house. I can’t wait to see them in next two years.

I saw the city, I saw the same things. There were really not had a lot of changes. I saw the new traffic sign, but that was not intresting at all. I wished I could see big difference, but none. Deep down I promised to my self, I will make changes this city to a better one.

I was also on a project. I recorded activities and cultures at my hometown. I wanted to show people and my friends how we live at here. I wanted to share them stories. Friends really wonder how my house look like from above of the sea (we actually live above the sea). I will edit it soon and share them at my youtube channel Loan House Production.

My home, nothing change after this two years

3 Komentar

Di Perbatasan, Ya Begini Lah (Cerita Anak Natuna di Seberang)


abandoned2Maulz bukan tipe orang yang suka mengeluh tentang betapa banyak hal-hal malang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga perbatasan. Mulai dari sulitnya akses komunikasi, parahnya jaringan listrik, hingga sarana transportasi antar pulau yang sangat minim. Namun, tragedi kecelakaan Hercules di Medan beberapa waktu lalu (30/6/15) membuat Maulz juga ingin bicara.

Pada salah satu artikel (tentang kejadian tersebut) yang di posting di status facebook Koran Facebook dan status BBC Indonesia, ada beberapa komentar yang menurut Maulz cuma disuarakan sama orang-orang yang tidak tahu apa apa tentang alasan mengapa banyak warga sipil di pesawat TNI itu. Banyak dari mereka beranggapan bahwa kejadian tersebut merupakan akibat dari pelanggaran aturan sehingga “pantas jatuh”, warga sipil yang “bodoh” (memilih pesawat tanpa asuransi), dan beberapa diantara mereka juga menghujat TNI AU karena mengkomersilkan pesawat tersebut.

Sedikit cerita tentang pesawat tersebut. Hercules C-130 namanya, atau di kalangan warga Natuna kami menyebutnya dengan nama pesawat PAUM. Warga Natuna memang sudah sejak lama sering ikut pesawat tersebut menuju rute-rute yang dilaui terutama untuk tujuan Pontianak, Tanjung Pinang dan Pekanbaru. Alasan persisnya Maulz kurang tahu mengapa boleh naik pesawat itu, namun bagi Maulz hal tersebut sangat membantu perjalanan warga Natuna ke luar pulau mengingat mahal dan minimnya transportasi dari dan ke Natuna. Masalah tarif yang dikenakan pada warga sipil yang mencapai Rp. 1 jt per orang masih simpang siur dan aneh bagi Maulz (kata kawan-kawan di Pekanbaru, emang bayar, namun pihak TN AU pusat terus membantahnya), pasalnya Maulz sendiri pernah ikut naik pesawat itu tahun 2007 silam dan gratis, saudara juga pernah ke pontianak dan hanya membayar Rp. 100rb walaupun seharusnya TNI tidak berhak menarik uang tersebut (dan warga sipil juga tidak seharusnya naik pesawat itu).

Bicara mengenai kejadian tersebut, tidak lepas dari bicara mengenai transportasi (di sini Maulz tentunya membatasi bahasan cukup dari segi mahasiswa Natuna saja, masalah warga Medan yang waktu itu juga ikutan Maulz tidak tahu). Begitu banyak kawan dan sanak saudara yang berpulang akibat kejadian itu, Selvi, Ervina, Bobi, dan Eka adalah beberapa diantara teman seperjuangan Maulz yang meninggal.

Sulitnya transportasi yang menjadi alasan kawan-kawan Maulz ikut dalam penerbangan pesawat tersebut. Bagaimana tidak, mahasiswa Natuna rata-rata mengandalkan transportasi kapal Pelni untuk pulang karena lebih murah, sementara jalur kapal tersebut sudah diberhentikan ke Natuna oleh pemerintah sejak tanggal 27 Juni dengan alasan untuk antisipasi lonjakan pemudik dari dan ke Jawa dan diaktifkan lagi jalurnya beberapa minggu setelah lebaran. Di situ sudah sangat jelas, bahwa fasilitas bagi warga perbatasan diabaikan dan dicabut begitu saja (dan seenaknya saja). Bagi kami mahasiswa Natuna, hal ini sangat tidak adil, tapi kami bisa apa? bahkan sempat ditulis di grup facebook Berita Natuna bahwa pemda Natuna telah mengirimkan pernytaan langsung ke Pak Jokowi masalah transportasi ini. Berharap berita baik, namun masih saja jalur kapal Pelni ke Natuna diberhentikan.

Jalur lain yang dapat ditempuh adalah menggunakan pesawat komersil, namun harga tiket ke Natuna merupakan harga tiket pesawat tertinggi di Indonesia. Belum lagi beberapa daerah, kami harus lewat Batam dahulu untuk sampai ke Natuna, jadinya dua kali naik pesawat dan tentunya dua kali bayar tiket. Nah, dengan begini pesawat jadi alternatif yang paliiiiiiiiiiiiiiing akhir.

Paum (Hercules) menjadi alternatif yang sungguh melegakan. Sedikit cerita tentang salah satu kawan dari kawan Maulz yang pulang menggunakan Paum beberapa hari sebelum pesawat itu jatuh. Sempat hilang harapan karena mendengar kabar kapal Pelni ke Natuna sudah berhenti, namun mendengar kabar Paum akan ke Natuna dari kawan Natuna lainnya, lega sudah dan kembali lagi harapan pulang tersebut dan akhirnya lenyap bersama jatuhnya pesawat.

Sudah tradisi setiap tahun, kami Mahasiswa mengeluh pada pemerintah mengenai transportasi ini. Tanggapan dan apa yang akan terjadi seolah sudah bisa kami tebak, pemerintah tidak peduli. Puncak keluhan itu terjadi setelah mendengar berita tentang kawan-kawan kami yang meninggal bersama Paum.

Beberapa yang bisa Maulz kutip (beberapa bahasa sudah di Indonesiakan),

“Pemerintahan jokowi adlh pemerintahan yg palling teruk bahkan dia tidak tau natuna itu ad dimna dan mugkin dia tidak mganggap kita sbgai bagian dari ngra indonesia. Kyak’a natuna tak dihargai sma skli meskipun natuna mmpunyai migas yg mmbntu buat pmsukan negara indonesia. Padahal Natuna menjadi salah satu wilayah yang menopang sebagian kebutuhan energi Indonesia,”.

“sekedar menanggapi..saya gk menyalahkan apapun ya disini mengapa pada naik PAUM ya karena moda transportasi di natuna pada gk ada ataupun sangat mahal sebernarnya paum itu memberikan bantuan secara tidak langsung.. tiap pulang kampung ke natuna saya pake PAUM trs bang cuma udh 2 tahun ini gk plng ke sana,”.

“mudah mudahan saja petinggi Ranai sadar dengan kejadian ini (kecelakaan PSAWAT HERCULES C30) ini lah pelajaran dr allah. kami kuliah ingin pulang serba tidak ada transportasi .. KAPAL /PESAWAT tidak jelas .. itukah nama NATUNA MAS?
sibuk memanjakan diri masing masing, kesal kami mahasiswa,”.

“Jika natuna masih tidak bisa menyediakan penerbangan yg layak bagi masyarakatnya, maka hal ini sudah bisa dipastikan akan terulang kembali, mana pemerintah dan para pekerja di bandara yg bnyak omong itu? katanya diperkirakan penerbangan baru untuk kepontianak bulan juli sudah dipastikan ada? cuma ngomong doang ya tai? ini akibat dari tidak bisa menepati janji kalian ke rakyat, sediakan penerbagan layaknya kota besar lainnya, jgn cuma mentingin uang pajak anjing kalian itu, kalo mau tangkap tangkap aku ini di batam, aku nggk takut, aku kasih alamat lengkapnya kalo ada yg nanya, kecelakaan pesawat hercules ini sbg tanda, dan ini bukan salah TNI memberikan tumpangan murah, mereka justru berjasa besar,”

“Dengan kejadian jatuhnya pesawat HERCULES C-130 ini memang merupakan kesalahan semua pihak dan semua prosedur
Memang PAUM tidak dibenarkan membawa warga sipil , TAPI ini semua Nyata kesalahan pemda kita yang cenderung tidak perduli dengan yang namanya MUDIK, saya jelaskan mudik ini bukan semata pulang kampong , tapi mudik ini untuk berkumpul dengan keluarga, saya sebagai mahasiswa dari natuna yang sekarang berada di kampung orang merasa sedih dengam pemerintahan kita, Semoga bupati selanjutnya lebih bisa mengutamakan UANG APBD untuk transportasi mudik tahun depan bukannya untuk diberi dengan orang2 yang suka NGEPET. Satu kalimat untuk tahun ini
RIP kawanku . RIP NATUNA . RIP PEMDA NATUNA,”

“Memang yang namanya musidbah tidak dapat kita duga..?? Semoga yang ditinggal kan diberikan ketabahan. Amin
beginilah nasib kawan-kawan di perantauan. pengalaman saya, naik pesawat itu alternatif kedua. Karena biasanya, pilihan pertama adalah naik KAPAL. Selain lebih murah di harga tiket dan bisa jumpa kawan yang kuliah didaerah lain. Naik kapal tu pun bisa dikatakan tempat silahturahmi. Karana dapat jumpa kawan2 yg kuliah dari jogja, malang, bandung, jkt, pku, tg.pinang dengan tujuan natuna. Tapi begitulah kalau bulan ramadhan jalur kapal kita, tidak ada rute.  Sedangkan Pembangunan terus dibuat di pusat sana, sedangkan kita, minta satu kapal saja susah,”

—– Salam dari Malang ——-

Tinggalkan komentar

Antara Pesawat, Pulang, Natuna, dan Saya


Natuna ,,, dimana itu ?
Kalimat yang paling sering orang tanyakan pada saya
Karena bagi mereka indonesia itu hanyalah pulau jawa,sumatra dan sulawesi
Padahal kami adalah “GERBANG UTARA INDONESIA”
Padahal kami adalah “MUTIARA UJUNG UTARA LAUT CHINA SELATAN”
padahal kami “PENJAGA KEDAULATAN LAUT AGAR INDONESIA TAK MAKIN SEMPIT , AGAR TAK TERUSIK NEGARA LAIN”
Ya bagi kalian kami hanyalah kami , kami bak budak dari negeri ini
bahkan jokowi pada debat kepresidenan berkata : indonesia tak punya kepentingan pada laut cina selatan .
Padahal kami merupakan wilayah NKRI yang harusnya dilindungi,dipertahankan dari rongrongan negara asing
KAMI INI RAKYATMU , INDONESIA …
KAMI TERPENJARA DIPULAU TERLUAR KARENA TRANSPORTASI TAK MEMADAI
KAMI TERKUKUNG DINEGERI SENDIRI

Tahukah kalian hari ini kami terluka
Ya hari ini kami berduka
kami kehilangan sanak saudara,sahabat,teman,guru,motivator dalam kecelakaan pesawat hercules C-130 yang 90% berpenumpang rakyat natuna
Adakah yang lain bersimpati pada kami

Ah memangnya kami siapa ,,,
hanyalah penduduk penjaga gerbang utara indonesia
Memangnya kami siapa ,,,
hanyalah kepulauan minyak 500 juta barel terbesar diasia bahkan dunia
Memangnya kami siapa,,,
Hanyalah kepulauan dengan 222 triliun kaki kubik gas yang tak akan pernah habis walau dieksplorasi 30 tahun kedepan
Memangnya kami siapa ,,,
Hanyalah sumur-sumur of shore yang terus memancarkan minyaknya
Memangnya kami siapa ,,,
Yang keindahan pulaunya mengalahkan maldives
Memangnya kami siapa ,,,
Yang kekayaan ikannya mencapai 300 triliun pertahun
Ya kami hanyalah kami bagi kalian ,,,
Mungkin karena kejadian ini akan banyak orang yang tahu tentang natuna
Maka berhentilah bertanya natuna berada dibelahan bumi mana
Kami “ADA DIPETA INDONESIA ,
BERHENTILAH MENJADI MANUSIA BEROTAK DANGKAL”
Dan hargai keberadaan pulau kami
(Ps: turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kecelakaan pesawat hercules C-130
semoga kaum kerabat yg ditinggalkn diberikan ketabahan. Aamiin

NB: dari broadcast for Hercules on day after the crash

1 Komentar

Manfaat Mikoriza bagi Tanaman


Tanaman dengan mikoriza (kiri) dan tanpa mikoriza (kanan)

Ada banyak sekali keuntungan yang diperoleh tanaman jika terinfeksi oleh mikoriza, terutama dalam meningkatkan kesuburan tanaman dan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Mikoriza dapat berlaku sebagai perpanjangan akar bagi tanaman, jadi walaupun tanaman jarang disiram, tanaman selalu cukup air karena jalinan hifa mikoriza mampu menjangkau dan mencari sumber air yang letaknya jauh sekalipun. Dibandingkan dengan tanaman tanpa mikoriza, kerusakan jaringan korteks pada akar tanaman yang bermikoriza akan cepat pulih, sementara kerusakan korteks pada akar tanaman tanpa mikoriza akan menyebabkan tanaman kering dan mati kekurangan air.

Mikoriza juga efektif meningkatkan penyerapan unsur hara baik makro maupun mikro, terutama unsur hara P karena mikoriza memiliki enzin pospatase. Mikoriza juga mampu menjadikan unsur hara yang tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman, terutama unsur hara yang terikat kuat oleh muatan tanah, dan unsur hara yang terakumulasi pada tanah masam yang mengandung Al yang tinggi seperti unsur P, Cu, dan Zn. Hal ini juga membuat tanaman yang bermikoriza lebih toleran terhadap pH rendah.

Selain meingkatkan penyerapaan air dan unsur hara, mikoriza juga berperan dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap infeksi patogen tanah. Jalinan hifa mikoriza yang membungkus akar dan memiliki penampang yang luas membuat patogen tanah sulit untuk menembus tanaman. Selain itu mikoriza juga menciptakan lingkungan disekitar tanah tempatnya berada tidak sesuai dengan syarat hidup patogen tanah tersebut dengan cara mengeluarkan zat kimia dari kelebihan karbohidrat yang didapat dari tanaman sehingga selain mencegah patogen tanah menginfeksi tanaman juga sekaligus membunuh patogen tersebut.

Mikoriza mampu membuat tanaman menjadi toleran terhadap kontaminasi logam berbahaya. Pada tanah yang mengandung unsur hara bermanfaat misalnya hara P, Zn dan Cu serta unsur yang bersifat toksik seperti Cd dan Ni, mikoriza tidak mentransportasikan unsur Cd dan Ni ke tanaman yang terinfeksi sehingga tanaman tidak terpengaruh oleh toksikitas Cd dan Ni. Tanah dengan kontaminasi logam tinggi mampu diperbaiki oleh mikoriza sehingga cocok untuk budidaya tanaman

Selain manfaat diatas, mikoriza juga mampu memacu pertumbuhan tanaman karena mikoriza dapat menghasilkan zat pengatur tumbuh bagi tanaman. Mikoriza menghasilkan ZPT seperti auksin, sitokinin dan giberelin. Pada keadaan tertentu, metabolisme mikoriza juga menghasilkan vitamin.a