Tinggalkan komentar

Youtube Rewind, Jadi Redpel, Liburan Gratis, dan Apa Lagi? |Cerita Akhir Tahun


Udah akhir tahun aja. Besok udah 2017, entah ini pertanda baik atau buruk. Tapi bagi saya yang pasti waktu itu hanya ilusi, tanpa ada pergantian tahun dan embel-embelnya saya tetaplah saya, no new year new me.

Jadi inget, nulis blog (nulis loh ya, bukan copas tugas) ini terakhir kali itu pada tahun 2014. Jadi, tiga tahun tidak meluangkan waktu untuk hobi ini seperti biasanya. Ya, kesibukan kuliah jadi alasan (60 persennya karena males). Padahal, dulu banyak temen di sini saling komen komenan di blog masing masing. Kangen waktu itu.

Back to the title. Di bulan Desember ini, ada banyak hal yang terjadi. Beberapa yang berkesan, sudah saya tuliskan di judul. Ini ceritanya dan lihat apa yang terjadi (ala ala berita ga jelas).

Youtube Rewind

Setiap tahun, udah jadi tradisi di Youtube membuat rewind, buat yang jarang youtuban, rewind itu adalah flashback kembali apa yang populer terjadi selama tahun tersebut, dalam hal ini saya mengatakan Youtube Rewind 2016. Karena, channel youtube saya (dan teman teman) masih belum terkenal, masih belum bisa dikatakan conten creator hits, jadilah bergabung di event sebesar itu masih jauh dari kata iya. Ya mungkin memang karena isi youtube saya masih acak acakan dan tidak konsisten isinya.

Tapi, kali ini ikut Rewind. Walaupun bukan Rewind ala Youtube Rewind Indonesia, tapi yang ini ga kalah hits.

Jadi, ceritanya gini. Sekitar pertengahan Desember 2016, saya diundang ke grup line Youtuber Indonesia (yang ini grupnya anak2 yang kurang terkenal juga). Ya kita saling sharing banyak hal (walapun ada yg spam link juga), hingga akhirnya mendekati akhir tahun mereka mutusin untuk membuat Online Rewind, yang pada ujungnya berubah nama jadi Youtube Rewind 2016 Every Region (Online) – videonya saya sematkan di atas.

Walaupun masih ecek ecek (menurut saya), tapi mereka sempet open casting. Ga semua anggota bisa ikutan, saring dan saring akhirnya dapetlah 57 orang yang ikutan (padahal awalnya cuma dibatesi 40 orang). Tidak hanya open casting buat jadi Cast, tapi untuk jadi Kru juga dicasting, dilihat channel youtubenya dulu dsb. Saya inget waktu itu hari Jumat, (di mana hari minggunya tanggal 25 Desember). Sayapun mendaftar jadi Music Director, (waktu itu yang daftar musik nggak ada, akhirnya saya dimasukkan di dua bagian – Music Director dan Music Designer). Akhirnya para kru pun digabung jadi satu grup lagi, di situ saya akhirnya mengenal beberapa anak hits yang kocak kocak masih SMA dan maba (saya yang paling tua) – Jundan, Dicky, Hapis (Trio paling kocak), Aldi, Jafar, Ray.

Berbeda dari yang saya biasanya produksi, di mana musik itu adalah pekerjaan yang dilakukan di akhir, mereka minta musik diproduksi di awal. Jadi urutan kerja yang ditentukan mereka adalah Pra Produksi – Musik – Syuting – Editing. Awalnya sempet saya tentang juga, karena jika musik di awal, kedepannya pasti akan banyak rombak sana sini, tapi banyak yang ngotot, dan yang paling ngeselin itu ada yang bilang gini “Gue anak DKV, jadi Gue tau”. Ya sudah, walaupun kesel, tapi saya mencoba memposisikan diri sebagai bawahan, dan dikasih deadline tiga hari. Musiknya berhasil saya garap dalam semalam (dan fix menurut mereka malem itu). Tapi, seperti dugaan saya, besoknya masih ada revisi, besoknya masih ada revisi, ini ga ada di adegan video, hapus aja, dll yang ini kurang panjang, dll – Told You. – Anak DKV mana Anak DKV. Tapi, dari pada saya ngambek geje, dan tiba tiba out geje, mending ta ikutin kemauannya mereka. Sampe akhirnya capek dan saya bilang “Musiknya di finishing pas udah diedit aja, jadi tau mana yang kurang dan mana yang enggak”. Tapi overall saya seneng sama mereka, artinya walaupun menurut saya alur kerjanya masih salah, tapi mereka berusaha menjadi leader yang baik. Belum lagi mereka harus menghandel lebih dari 10 daerah yang berbeda. Biarkan emosi mereka untuk yang lain, bukan saya.

Musik tahap 1 selesai, saatnya syuting. Rerata syutingnya hari Senin. Termasuk saya dan youtuber lain dari Surabaya dan Sidoarjo (di Jatim waktu itu ada juga dari Banywangi, Kediri, dan Probolinggo). Dari situ akhirnya saya akrab sama yang dari Sidoarjo – Hapis, yang juga di kru jadi Asisten Sutradara.

Setelah semuanya syuting dan masuk tahap edit, mulai revisi musik berdatangan lagi. Tapi kali ini saya dibantu sama anak Jakarta (saya ga kenal actually, cuma komunikasinya lewat perantara, karena dia cuma mau bantu aja). Kebanyakan musiknya dipress dari tahap 1, yang awalnya 6.02 jadi press sampai 5.25. Anak Jkt ini banya bantu di harmonisasi beat, dan motong motong musik yang useless.

Overall setelah semuanya jadi, bagi saya walaupun masih jauh dari kata sempurna, tapi saya bangga, bangga sama kru terutama. Yang terpenting adalah proses di mana kita tidak hanya mencoba hal hal baru, tapi meningkatkan skill, dan membangun ikatan dan keakraban satu sama lain.

Jadi Redpel

Bestari – saya inget banget udah ngefans sama koran ini sejak awal masuk UMM dan akhirnya saya bergabung dan berjuang di sana. Dulu, pas masih awal awal, saya masih sering nulis tentang Bestari di blog ini, ada tuh kategori Catatan Fotografer yang saya buat. Bestari ini bagi saya adalah rumah kedua, dan berarti segala hal yang nggak bisa diucapkan secara mendetail karena terlalu banyak memori di sana.

Pagi pagi selasa, saya di sms Pak Nurudin – ngajak ketemu. Bukannya somobong, tapi dalam pikiran saya cuma satu, pasti disuruh jadi redpel ini 😀 .

Entah sebenernya perasaan waktu itu seneng atau sedih. Di satu sisi, jadi Redaktur adalah salah satu target finish saya, tapi di lain sisi saya mau serius nih garap penelitian (yang udah sebulan saya abaikan, jadi belum sempro2, karena banyak agenda di Bestari). Tapi, saya berpikir, mulai saat ini saya harus bisa mengatur jadwal lagi seperti dulu, lulus dan wisuda adalah prioritas, sambil saya juga tidak boleh mengabaikan Bestari.

At least, tadi malem (30 Des), saya beserta kru kru seangkatan lainnya mengadakan jamuan terakhir. Ya perasaan campur aduk juga – saya tidak bisa nangis. Tapi, kewajiban ini nggak mudah, dengan dampingan empat redaktur lain, saya akan berusha membawa Besatri jadi lebih baik kedepannya. Aaamiin

Liburan Gratis

Juli 2016, saya sempat kenal seseorang saat liputan. Tampangnya masih muda, tapi ternyata umurnya lebih tua 10 tahun dari saya :D. Kita sempet tukeran no hp, tapi lost kontak juga.

Bulan Desember, dia menghubungi saya dan katanya sedang di Malang dan mau ketemu. Pikir saya, ngapain – tapi yaudah ketemu aja toh. Akhirnya saya dijemput lalu diajak ke tempat makan. Nah saat makan itu dia cerita banyak tentang projek2nya terutama dalam pengembangan pariwisata Banyuwangi – dan saya sempet kaget, ternyata di hadapan saya ini adalah orang besar dengan pekerjaan yang besar pula. Setelah cerita banyak, diapun meminta saya membantu projek akhir tahun (perayaan tahun baru) – bukan bergabung di projek, tapi membantu. Jadi, saya membantu membuat desain grafis untuk beberapa hal, seperti poster, banner, bakdrop, flyer, dan desain permainan seperti roda kehidupan dan ular tangga untuk anak-anak. Setelah fix dan cetak, dia nanya mau dibayar berapa. Dalam hati saya – Waduh, beneran tah iki. Pantes a desain ginian doang pake acara ditanya kayak gitu. Akhirnya, saya bilang free aja karena memang cuma pengen membantu, dia sempet mnta no rek juga, tp saya blng ga usah. 😀 (bodoh atau ikhlas itu?)

Diapun tidak memaksa, tapi dia bilang lain kali klo dia minta tolong lagi nggak boleh gratis – iya. Kedepannya dia minta membantu untuk branding – pokoknya yang ada hubungannya dengan desain dikerjakan oleh saya (kayak logo, kartu nama, dsb) – what an opportunity. Ya setelah mengerjakan beberapa hal, dia ngajak jalan2 ke Blitar bareng temen2nya. Tapi karena dalam perjalanan macet, jadi dirubah alurnya ke Kediri. Ya, jalan jalan gratis di sana dan ditanggung semuanya, haha biarpun sehari tapi lumayan lah.

Akhir tahun kan mereka punya event yg udah saya sebutin sebelumnya, nah setelah itu mereka mau jalan jalan ke Bali 3 harian. Nah, saya diajak lagi tuh dan guess what ditanggung semuanya, transpostasinya juga dijemput dari Malang, nggak cuma itu juga difasilitasi Action Cam buat bikin video di sana. haha. makasih ya Allah.

Dan Apa Lagi?

Alhamdulillah, apapun harus disyukuri. Begitu banyak duka di tahun ini, terutama di segi ekonomi T_T, tapi tetep semangat dan tetep bersyukur. – Alhamdulillah.

Iklan

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: