Tinggalkan komentar

Penyakit Mosaik Komplek pada Tanaman Mentimun


Penyakit mosaik komplek pada tanaman mentimun (Cucumis sativus Linn.) disebabkan oleh Cucumber Mosaic Virus (CMV).

Cucumber mosaic virus (CMV) merupakan virus yang termasuk keluarga Bromoviridae yang merupakan jenis virus tanaman. Genusnya adalah Cucumovirus. Bentuk CMV adalah polihedral linear positif-sense dengan diameter 28 nm, beruntai tunggal RNA. Ukuran total genomnya yaitu 8,621 kb dan dibagi menjadi tiga bagian. Bagian terbesar adalah 3,389 kb; terbesar kedua adalah 3,035 kb; terbesar ketiga adalah 2,197 kb. RNA ini dikelilingi oleh lapisan p

Gejala yang ditimbulkan pada tanaman mantimun jika terserang penyakit mosaik komplek adalah sebagai berikut:

Terjadi klorosis pada daun (daun trotol kuning), belang hijau coklat. Permukaan daun berlekuk lekuk (bergelombang). Ukuran permukaan daun menjadi lebih kecil. Daun berlepuh hijau gelap (blister). Daun berbentuk mangkuk atau cawan. Bercak hijau putih pada buah.

Akibat yang ditimbulkan pada tanaman mantimun jika terserang penyakit mosaik komplek adalah sebagai berikut:

Pertumbuhan terhambat sehingga tanaman terlihat kerdil. Jumlah buah sedikit dan berukuran kecil. Penurunan kualitas buah.

Cara Identifikasi

Cara identfikasi penyakit mosaik komplek adalah adalah dengan pembuatan inokulum, perbanyakan isolat virus, dan uji proteksi.

Koleksi Isolat Lapang

Isolat Virus mosaik ketimun diperoleh dari lapang sekitar Bogor. Daun tanaman yang terifeksi diambil dan diinokulasi ke tanaman N.glutinosa. Isolat yang diperoleh diberi nomor dan dikoleksi.

Pembuatan Inokulum

Inokulum yang digunakan dibuat dengan menghancurkan daun tanaman terinfeksi pada bufer fosfat pH 7.0 dengan perbandingan 1 : 10 (berat (g) /volume (ml)). Cairan peranan tersebut diinokulasikan secara mekanis ke daun tanaman dengan mengoleskan cairan tersebut dan sebelumnya ditaburi dengan Carborundum 320 mesh.

Perbanyakan Isolat Virus

Semua isolat diinokulasikan secara seri dengan lesio tunggal ke tanaman C. amaranticolor. Selanjutnya isolat diperbanyak pede tanaman N. tabacum. Daun tanaman N. tabacum yang terinfeksi digunakan sebagai sumber virus untuk mempelajari gejala pada tanaman indikator dan material untuk analisa RNA untai ganda dan satelitnya.

Cara Penularan

Penyakit mosaik komplek pada tanaman mentimun dilakukan oleh serangga yang berperan sebagai vektor (pembawa). Serangga merupakan kelompok terbesar dari vektor-vektor virus tanaman, terutama vektor-vektor virus tanaman yang menyebabkan infeksi tanaman yang secara ekonomis cukup berarti. Kebanyakan serangga vektor virus tanaman adalah bangsa Hemiptera (Heteroptera dan terutama Homoptera). Serangga ini mempunyai alat mulut penusuk dan pengisap. Jenis serangga yang dapat menjadi vektor yang sangat efisien, yaitu kutudaun (Aphids) dan wereng daun (leafhopper), wereng batang (planthopper), wereng pohon (treehopper). Dan juga Bemisia spp. (whiteflies) Species kumbang (Coleoptera), Thrips spp. dengan alat mulut tipe pemarut dan pengisap merupakan vector virus. Disamping serangga, kelompok Acarina (tungau) dari dua famili yaitu Tetranichydae dan Eryophyidae juga dapat menjadi vektor virus.

Cara Pengendalian

Penghilangan Sumber Inokulum

Penggunaan benih atau bibit tanaman bebas virus merupakan salah satu cara yang efektif untuk menghindarkan terjadinya epidemi penyakit virus. Usaha menghilangkan sumber infeksi dapat dilakukan dengan: Menghilangkan gulma dan tanaman inang lainnya (Tanaman sisa dari musim sebelumnya merupakan sumber infeksi yang potensial untuk tanaman baru, sehingga perlu dimusnahkan (eradikasi).

Menghindari Sumber Infeksi

Menghindari sumber infeksi merupakan salah satu cara untuk mengurangi terjadinya epidemi penyakit. Beberapa tindakanyang dapat dilakukan untuk menghindari sumber infeksi adalah sebagai berikut: Melakukan pergiliran tanaman, Menanam pada areal yang terisolasi, penggunaan benih dan bibit yang bebas virus yang berarti meniadakan sumber infeksisehingga bisa menunda terjadinya epidemi penyakit virus di lapangan, menghindari vektor, khusus untuk kebun pembibitan, pemilihan lokasi yang bebas vektor virus merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan benih yang bebas virus.

Penggunaan Varietas Tahan

Pengendalian Vektor

Aplikasi insektisida lebih efektif digunakan untuk mengendalikan vektor virus yang mempunyai sifat persisten dibanding yang nonpersisten. Pengendalian secara nonkimiawi dapat dilakukan dengan cara: penggunaan tanaman pembatas (barrier crop), mulsa berefleksi, dan menggunakan minyak mineral.

Pengendalian Dengan Proteksi Silang

Pengendalian Dengan Tanaman Transgenik

Terdapat dua tipe ketahanan tanaman transgenik terhadap virus yaitu 1) ketahanan yang khas terhadap virus asal gen dan 2) ketahanan spektrum luas yaitu mempunyai sifat ketahanan terhadap virus lainnya. Akan tetapi penggunaan tanaman transgenik dalam usaha tani tembakau terutama tembakau cerutu mendapat penolakan dari pasar sehingga belum dapat dilakukan.

Data diolah oleh Faris G. Ghaisani

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: