Tinggalkan komentar

Penyakit Jamur Putih pada Salak (Salacca Zalacca (Gaertn.) Voss)


Foto: Salak Pondoh (http://salakq.blogspot.com)

Kondisi iklim yang teropis membuat Indonesia memiliki kekayaan melimpah, khususnya buah-buahan. Tumbuhan dan berkembangnya berbagai jenis buah-buahan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Salak merupakan salah satu jenis buah yang berkembang dalam kondisi iklim tropis.

Salak (Salacca edulis) adalah salah satu buah tropis yang asli Indonesia. Buah ini termasuk dalam keluarga Palmae dengan batang-batang tertutup oleh pelepah daun yang tersusun sangat rapat dan juga buahnya bersisik coklat di tersusun di dalam tandan (tersekap diantara pelapah daun). Salak mempunyai rasa daging yang kelat, asam, dan manis. Ada beberapa varietas salak yang sudah dikenal sebagian masyrakat dan tersebar di berbagai daerah Indonesia, salah satunya yaitu varietas salak pondoh. Salak pondoh menjadi salah satu varietas yang populer diantara varietas salak yang lain di Indonesia, maka dari itu buah salak pondoh ini memiliki peluang agribisnis yang menguntungkan di masa mendatang sejalan dengan meningkatnya konsumsi buah-buahan dalam negri maupun permintaan luar negri ( Widyawati, 1996)

Salak memiliki aktivitas antioksidan salah satu tertinggi dari jenis buah tropis yang lain, bahkan lebih tinggi dari manggis, alpukat, jeruk, pepaya, mangga, kiwi, pamelo, lemon, nanas, apel, rambutan, pisang, melon, dan semangka (Aralas dkk,2009).

Klasifikasi Tanaman Salak (Salacca Zalacca (Gaertn.) Voss)

            Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermathophyta

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Liliopsida (Berkeping satu/ monokotil)

Sub Kelas: Arecidae

Ordo: Arecales

Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan)

Genus: Salacca

Spesies: Salacca zalacca ( Gaertn.) Voss

Sebagai mana umumnya buah dan sayuran, salak masih melangsungkan proses metabolisme setelah dipanen. Reaksi metabolisme akan mengakibatkan perubahan mutu, penampakan dan kondisi buah. Perubahan tersebut disebabkan terjadinya penguapan air, konversi enzimatis menjadi gula, pembentukan atau pelepasan flavor, konversi enzimatis senyawa paktin, sintesa atau degradasi pigmen, kerusakan vitamamin dan lainnya (Pantastico, 1989).

Banyak upaya yang dilakukan untuk menekan laju kerusakan atau memperpanjang lama simpan satu diantaranya, yaitu dengan menghambat proses pematangan atau menekan laju resspirasi. Respirasi dapat terjadi dengan adanya oksigen (repirasi aerobik) atau dengan tidak adanya oksigen (respirasi anaerobik). Kecepatan kerusakan tergantung pada suhu penyimpanan, konsentrasi 02 dan C02 dalam udara penyimpanan.

Penyakit Pada Salak

Gejala penyakit jamur putih pada bagian kulit dan daging buah salak. Pada buah salak yang dilukai, masa inkubasi lebih pendek dari pada buah salak yang tidak luka. Pengamatan hasil korekan pada kulit dan daging buah salak yang menunjukkan gejala, ditemukan patogen berupa jamur dengan ukuran spora yang memiliki karakter sebagai berikut, miselium berwarna hialin saat awal pertumbuhan, dan berubah menjadi coklat kehitaman. Kemudian terjadi pembentukan endokonidiumyang berbentuk untaian yang saling menempel atau dalam bentuk terpisah yang cukup banyak, serta pembentukan eluriokonnidium yang bulat dan berdinding sel tebal. Menurut Barnnet dan Hunter (1972), jamur yang membentuk endokonidium dan eleuriokonidium bulat (ovoid) adalah Chalaropsis sp.

Penyebab

Penyakit yang sering menyerang buaha salak adalah sebangsa cendawan putih. Gejala: busuknya buah, buah yang terserang penyakit ini kualitasnya jadi menurun, karena warna kulit salak menjadi tidak menarik. Pengendalian: mengurangi kelembaban tanah,yaitu mengurangi pohon-pohon pelindung.      

Gejala

Gejala yang ditimbulkan pada tanaman buah salak jika terserang busuk buah penyakit jamur putih adalah sebagai berikut:

  1. Pada pelepah terdapat warna putih, atau putih kemerah-merahan samapai merah jambu, berbentuk seperti gejala.
  2. Kadang-kadang dijumpai pada spatha bunga betina yang baru mekar, terutama pada cuaca yang lembab
  3. Biasanya buah tidak busuk, buah tetap berkembang tapi menarik
  4. Buah menjadi putih-putih

 Akibat

  1. Nilai jual yang turun
  2. Buah menjadi mudah membusuk

Identifikasi Patogen

Penyakit Chalaropsis sp di sebabkan oleh jamur. Identifikasi patogen penyakit jamur putih dilakukan dengan pengamatan langsumh hasil pengorekan jamur putih yang tumbuh pada permukaan kulit buah salak, isolasi jamur dari kulit buah dan daging buah salak yang bergejala menggunakan medium PDA. Dilanjutkan inokulasi pada buah sehat yang dilukai menggunakan penyemprotan suspensi spora pada kerapatan 10 spora/ml dan sebagai kontrol, buah salak disemprot dengan akuades steril.

Data diolah oleh Ika Nur Achwalin

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: