3 Komentar

Penyakit Mosaik Kuning pada Kacang Panjang


gambar koala

Pada tahun 2008-2009 dilaporkan terjadi ledakan penyakit mosaik kuning pada tanaman kacang panjang yang meluas di beberapa daerah di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Penyebab utama penyakit mosaik kuning ini adalah Bean common mosaic virus-black eye cowpea (BCMV-BIC) yang bersifat tular benih dan dapat ditularkan melalui kutudaun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons lima varietas kacang panjang (Vigna sinensis L.) yaitu varietas Parade, New Jaliteng, Long Silk, Super Sainan, dan Pilar terhadap infeksi BCMV dan mempelajari efisiensi kutudaun Aphis craccivora Koch. menularkan BCMV. Isolat BCMV yang digunakan adalah isolat asal Cirebon yang diperoleh dari Laboratorium Virologi, sedangkan kutudaun diperoleh dari pertanaman kacang panjang di Desa Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kabupaten Bogor. Tanaman kacang panjang uji diinokulasi BCMV secara mekanis dan dilakukan pengamatan terhadap kejadian penyakit, keparahan penyakit, periode inkubasi, waktu pembungaan, dan bobot polong per tanaman. Penularan dengan kutudaun dilakukan dengan periode puasa 30 menit, periode makan akuisisi (pma) 5 menit, dan periode makan inokulasi (pmi) 30 menit. Varietas-varietas kacang panjang Parade, New Jaliteng, Long Silk, Super Sainan dan Pilar menunjukan respons sangat rentan terhadap infeksi BCMV dengan periode inkubasi 6 sampai 16 hari, kejadian penyakit 90% sampai 100%, keparahan penyakit berkisar 49.06% sampai 69.69%. Infeksi BCMV menyebabkan gejala berat berupa malformasi daun dan kekerdilan tanaman, dan berpengaruh pada waktu berbunga dan bobot polong per tanaman. Tanaman kacang panjang terinfeksi mengalami penundaan waktu berbunga berkisar antara 2 sampai 5 hari dan penurunan bobot polong per tanaman mencapai 46.59%. Jumlah kutudaun (A. craccivora) berkolerasi positif dengan periode inkubasi (11 sampai 18 hari) dan kejadian penyakit (60% sampai 100%) (Susetio, 2011).

  1. Nama Penyakit : Penyakit Mosaik Kuning
  2. Penyebab

Penyakit mosaik kuning pada kacang panjang (Vigna sinensis) disebabkan oleh Bean common mosaic virus (BCMV).

  1. Klasifikasi dan Ciri Virus

Bean common mosaic virus (BCMV) termasuk dalam famili Potyviridae, genus Potyvirus. Panjang partikel BCMV yaitu 750 nm dan lebar 12-15 nm. Asam nukleatnya memiliki tipe single stranded RNA (ssRNA/RNA utas tunggal) dengan kandungan sebesar 5%.

  1. Gejala

Gejala yang ditimbulkan pada tanaman kacang panjang jika terserang penyakit mosaik kuning adalah sebagai berikut :

  1. Gejala pertama kali muncul berupa pemucatan tulang daun (vein clearing) pada daun-daun muda, mengakibatkan jaringan sekitarnya mengalami klorosis, menjadi hijau muda, kemudian berkembang menjadi mosaik kuning disertai dengan malformasi daun.
  2. Tulang daun mengerut sehingga daun bergelombang dan permukaan daun tidak merata.
  3. Terjadi lepuhan, pengerdilan, dan akhirnya layu pada daun.
  4. Akibat

Akibat yang ditimbulkan pada tanaman kacang panjang yang terserang penyakit mosaik kuning adalah sebagai berikut :

  1. Terhambatnya proses pembungaan.
  2. Penurunan bobot polong dari 27.5% hingga 85.15%.
  3. Cara Identifikasi

Cara identfikasi penyakit mosaik kuning adalah melakukan deteksi BCMV dengan uji serologi yang didasarkan pada reaksi antara antigen (virus) dan antibodi, seperti metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), metode gel double diffusion test, dot immunobinding assay (DIBA), immuno-blotting atau western blotting. Metode lain yang sering digunakan dewasa ini ialah metode deteksi molekuler polymerase chain reaction (PCR) yang memanfatkan sifat spesifik urutan nukleotida virus.

  1. Cara Penularan

Penyakit mosaik kuning pada kacang panjang yang disebebkan oleh BCMV sebagian dapat ditularkan oleh kutu daun (A. Craccivora) yang diawali dengan terjadinya pemucatan tulang daun (vein banding), mosaik, dan malformasi daun. Ciri-ciri penting A. craccivora yang diamati sesuai dengan kunci identifikasi (Blackman dan Eastop 2000) yaitu imago (aptera) dengan panjang tubuh 1.35 mm, panjang sifunkuli 0.45 mm, panjang kauda 0.28 mm, jumlah rambut pada kauda 5-6 helai, dan kepala tempat antena melekat tidak berkembang (weakly developed). Efisiensi penularan BCMV berkolerasi positif dengan jumlah kutu daun yang terdapat pada tanaman. Penularan oleh kutu daun yang mengandung virus tidak terjadi jika kutu daun tidak menghisap jaringan tanaman.

  1. Cara Pengendaliam

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan dan menekan BCMV antara lain :

  1. Menggunakan Kitosan di mana dalam pembuatan larutan kitosan, Konsentrasi kitosan yang digunakan adalah 0,1% dan 1%. Kitosan memperpanjang waktu ingkubasi sehingga virus berkembang biak dengan lambat.

Dengan ekstrak kasar daun tumbuhan bunga pagoda, bayam duri, bunga pukul empat, C. amaranticolor, dan sambiloto dibuat dengan menggerus daun dalam air steril (1:10 b/v) dan disaring. Ekstrak tanaman disemprot merata ke seluruh daun kacang panjang yang berumur 9 HST sehari sebelum inokulasi virus. Ekstrak tanaman tersebut juga memperpanjang waktu ingkubasi BCMV

data diolah oleh Maulyadi Salasanto

3 comments on “Penyakit Mosaik Kuning pada Kacang Panjang

  1. kalo basmi ya harus dicabut dibakar dipendem.. sejauh ini belum ada cara lain.. ya biar ga nular

  2. Kitosan kan hanya mencegah virus berkembang biak, kalo untuk membasminya pake apa min? thanks

  3. kok gak pakai carborundum 600 mesh dan buffer phospat

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: