Tinggalkan komentar

Penyakit Busuk Hitam pada Tanaman Kubis


gambar koala

Tanaman sayuran mempunyai arti penting dalam kehidupan manusia, sebab sayuran sangat berguna bagi pemenuhan gizi manusia dan juga bagi pembangunan pertanian. Oleh sebab itu peningkatan produksi sayuran merupakan salah satu syarat mutlak untuk mencapai kesejahteraan umat manusia (Satsijati et al. 1987).Contoh komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan adalah kubis (Brassica oleracea Linn.)

 Tanaman kubis (Brassica oleracea Linn.) merupakan tanaman semusim yang diIndonesia banyak ditanam di daerah pegunungan, dengan ketinggian + 800 m dpl dan curah hujan yang cukup setiap tahunnya. Sebagian kubis tumbuh baik pada ketinggian 100-200 m dpl, tetapi jumlah varietasnya tidak banyak dan tidak dapat menghasilkan biji. Pada daerah yang ketinggiannya di bawah 100 m, tanaman kubis kurang baik (Suwandi et al. 1993 ).

Pada umumnya kubis ditanam dengan pola tanam secara monokultur atau polikultur (tumpang sari), salah satunya dengan tanaman tomat. Waktu tanam kubis yang paling baik adalah pada awal musim hujan (Oktober) atau awal musim kemarau (Maret). Meskipun demikian, kubis dapat ditanam sepanjang musim atau tahun asalkan kebutuhan airnya terpenuhi.

Sayuran ini adalah sebagai kelengkapan makanan pokok manfaatnya sangat besar baik sebagai sumber gizi maupun menambah selera makan. Ketersediaan tanaman sayuran sebagai bahan pangan bagi manusia sangat erat hubungannya dengan kesehatan, sebab sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral terutama pada kandungan karotin, vitamin A, B dan C yang berguna bagi tubuh manusia (Suyanto,1994).

Kubis sebagai sayuran mempunyai peran penting untuk kesehatan manusia, banyak mengandung vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh manusia. Sebagai sayuran, kubis dapat membantu pencernaan, menetralkan zat-zat asam, dan memperlancar buang air besar (Pracaya, 1993).

Sehubungan dengan semakin meningkatnya permintaan masyarakat terhadap komoditas sayuran ini dan didukung oleh kondisi iklim yang sesuai, maka banyak petani tertarik untuk membudidayakan kubis. Namun demikian dalam budidaya tanaman ini masalah penyakit merupakan salah satu masalah yang sangat berpengaruh terhadap produksi kubis dan tomat baik segi kualitas maupun kuantitasnya.

Nama penyakit : penyakit busuk hitam pada kubis

Penyebab            : penyakit ini disebabkan oleh bakteri xanthomonas campestris pv.campestris penyakit ini Bakteri Ini menyerang banyak keluarga kubis termasuk kubis dan rumput liar seperti lobak liar. Kondisi lembab hangat seperti yang ada di Negara kita ini Indonesia cenderung untuk mendukung penyakit ini untuk menginfeksi tanaman-tanaman yang ada di Indonesia saat ini.

Selain itu Walker (seorang ahli penyakit tanaman di Amerika ) mengungkapkan bahwa bakteri Xanthomonas campestris down ini mempenetrasi benih melalui xylem dan bergerak masuk ke bagian biji. Dari pengamatan dilapang diketahui bahwa sangat sedikit patogen yang menginfeksi benih dengan cara tersebut dan pada umumnya patogen berada dalam jaringan dari kulit biji.

Penyebaran utama terjadi melalui gerakan bibit terinfeksi ke daerah-daerah baru dan ladang. Di ladang, penyebaran terjadi melalui percikan hujan, irigasi sprinkler, serangga, spora yang terbawa angin, peralatan tanam dan pakaian. Bakteri dari tanaman yang terinfeksi bisa bergerak cepat ke tanaman yang sehat dan sering akan mengikuti air sehingga tanaman di daerah dataran rendah bisa terinfeksi parah. Bakteri memasuki daun melalui lubang alami atau luka.

Begitu masuk, bakteri menyebabkan pertumbuhan terhambat. Tanaman sakit yang disimpan untuk produksi bibit akan menghasilkan bibit yang sakit, sehingga siklus infeksi terus berlanjut. Penyakit Busuk Hitam dapat bertahan dalam tanah selama 40 sampai 60 hari dan selama dua tahun jika tertimbun oleh residu tanaman. Oleh karena sangatlah penting untuk mencegah penyakit agar tidak memasuki ladang anda dan melakukan rotasi tanaman.

           Scientific classification
Scientific classification
Kingdom: Bacteria
Phylum: Proteobacteria
Class: Gamma Proteobacteria
Order: Xanthomonadales
Family: Xanthomonadaceae
Genus: Xanthomonas
Species: Xanthomonas campestris

Gejala dari penyakit ini antara lain adalah sebagai berikut :

  • Gejala serangan penyakit busuk hitam yang di akibatkan oleh bakteri xanthomonas camprestis pv.campestris diawali dengan infeksi yang biasanya disebabkan luka ataupun bekas gigitan serangga pada pori – pori air ( Hidatoda ) di ujung tepi daun. Infeksi patogen tersebut menyebabkan tepi daun berubah warna dari hijau menjadi kekuning-kuningan ( Klorosis ) yang meluas ke berbagai bagian pelepah daun dan akhirnya daun menjadi berwarna coklat dan rontok.

Selain itu perkembangan tanaman dan krop menjadi terhambat dan kerdil sehingga dapat menurunkan produksi secara nyata. Penyakit ini dapat menyebabkan busuk kering. Bila serangannya terjadi dalam keadaan udara yang lembab dan karena serangan jasad sekunder ( Erwinia carotovora ) dapat berubah menjadi busuk lunak ( Soft Rot ) serta mengeluarkan bau yang tidak sedap.

  • Selain gejala yang pertama ada lagi gejala dimana area kuning tidak teratur di tepi daun yang berkembang menjadi lesi berbentuk V. Lesi “V” memiliki tepi kuning dan coklat di bagian tengah dengan urat hitam. Dengan infeksi berat, maka daerah yang terkena akhirnya bergabung sehingga daun tampak seperti telah tersiram air panas atau dibakar. Sebuah penampang batang dapat mengungkapkan cincin hitam pada jaringan di mana bakteri telah melakukan serbuan.

Daun yang terinfeksi ini kemudian cepat diserbu oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan busuk lunak pada tanaman kubis. Infeksi bisa terjadi pada setiap tahap perkembangan tanaman, tetapi infeksi awal musim yang paling parah karena bakteri dapat terangkut bersama bibit.

Kondisi optimum untuk perkembangan penyakit adalah suhu antara 25-28 °C dengan adanya air bebas atau kelembaban yang tinggi, di mana gejala muncul dalam waktu 8-10 hari setelah terinfeksi. Bibit yang terinfeksi bisa tidak menunjukkan gejala sakit atau kelihatan sehat ketika kondisi tidak mendukung perkembangan penyakit, tapi gejala muncul kembali setelah tanam dalam kondisi kurang baik.

Cara identifikasi penyakit :

Busuk hitam. Penyakit ini dikenal dengan nama busuk hitam (blackrot), busuk coklat atau bakteri hawar daun (Djatnika 1993) dan merupakan penyakit penting di Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia (Semangun 2000).

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv.campestris. Bakteri ini berbentuk batang, membentuk rantai, berkapsula, tidak berspora, dan bergerak dengan satu flagelum polar (Sastrosiswojo et al. 2000). Patogen dapat bertahan pada biji kubis, dalam tanah atau dalam sisa tanaman sakit (Semangun 2000).

Identifikasi penyakit disini dilakuan dengan cara pengujian pemberian KOH 3%.hasil pengujian gram dengan KOH 3% menunjukkan bahwa bakteri ini termasuk gram negatif. Bakteri ini menyebabkan busuk kering pada kubis.

Bakteri ini berbentuk batang kecil, motile, flagella satu di ujung. Koloni berlendir berwarna kuning. Menyebabkan kematian jaringan (necrosis) berupa becak-becal kecil (spots) dan besar (blights) pada daun (Goto, 1992). Streets (1972) menegaskan bahwa X. campestris sebagai penyebab busuk hitam dari golongan cruciferae memasuki jaringan tanaman akan menunjukkan lingkaran hitam pada pembuluh. Irisan melintang dari petiole (tangkai daun) menunjukkan jaringan xylem yang seperti tersumbat serta berwarna hitam.

data diolah oleh M. Bayu Utomo

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: