2 Komentar

Masalah Utama Bio Konversi Sampah Menjadi Energi Listrik di Indonesia


landfill

Landfill merupakan salah satu metode biologis dalam konversi sampah menjadi energi listrik

Sampah selalu menjadi masalah utama tidak hanya di negara berkembang bahkan negara maju sekalipun. Di Indonesia aja, produksi sampah  mencapai 80.000 ton per harinya. Bayangkan saja kira-kira butuh berapa tahun lagi untuk bumi tertutup oleh sampah. Dalam film dokumenter “Plastic Paradise: The Great Pacific Garbage Patch” disebutkan bahwa, konsumsi sampah plastik per hari di Amerika Serikat jika dirantai maka rantai tersebut mampu mengelilingi bumi sekitar 776 kali, sebuah angka yang tidak kecil.

Masalah utama pengolahan sampah jauh lebih kompleks pada sampah anorganik seperti plastik dan botol karena tidak bisa terurai secara biologis. Saat ini kampanye yang lumayan ampuh mengatasi sampah anorganik ini yaitu Recycle, Reuse and Reduce. Lagi-lagi itu semua tergantung konsumen, mau atau tidak.

Sampah organik sendiri sudah mulai diolah sejak lama, sebagian besar diolah menjadi pupuk kompos untuk tanaman budidaya. Saat ini, sampah organik sudah mulai dikonversikan menjadi energi listrik, kedepannya akan dioptimalkan juga pada sampah anorganik tanpa menghasilkan limbah berbahaya.

Konversi sampah menjadi energi listrik ada dua cara yaitu Konversi Thermal dan Konversi Biologis. Sesuai namanya, konversi thermal menggunakan panas dan konversi biologis menggunakan bakteri. Selengkapnya mengenai dua jenis konversi ini baca di sini.

Pada PLTSa Indonesia yang menggunakan konversi biologis baik secara bio gas maupuan landfill, terdapat beberapa masalah yang kedepannya diharapkan mampu diciptakan teknologi baru mengatasi masalah msalah tersebut diantaranya:

  1. Tidak adanya kontainer yang memadai. –  Penampungan sampah menjadi hal yang penting dalam konversi biologis. Saat ini, sampah langsung ditampung di dalam tanah, cara ini berisko mencemari tanah sekitar dan air, tidak hanya itu saja, pencemaran bau juga kerap terjadi. Oleh karena itu, penggunaan kontainer yang memadai dan cocok bagi lingkungan bakteri pembusuk mesti diusahakan.
  2. Pembusukan yang tidak rata. – Banyak dari hasil konversi secara biologis ini menghasilkan pembusukan yang tidak merata, akibatnya pemisahan antara yang belum busuk dan yang sudah sulit dilakukan dan bahkan tidak dilakukan. Hal ini disebabkan karena memang alat yang kurang memadai serta bakteri pembusuk yang tidak cocok.
  3. Bakteri yang tidak cocok. – Saat ini, bakteri yang digunakan untuk konversi diimpor dari Amerika. Memang secara kasat mata, bakteri ini berhasil dengan baik di Amerika, namun di Indonesia hasilnya berbeda. Salah satunya adalah pembusukan yang tidak merata. Bakteri sangat rentan terhadap kondisi lingkungan, perbedaan antara Amerika dan Indonesia membuat bakteri tersebut belum bekerja maksimal. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan pengembangan bakteri yang memang benar-benar cocok untuk kondisi alam Indonesia.

Itulah beberapa masalah yang dapat sedikit Maulz sampaikan sepengetahuan Maulz dari kendala-kendala yang dihadapi dalam konversi sampah menjadi listrik ini. Teknologi ini merupakan teknologi yang sangat bermanfaat kedepannya, apalagi jika semua jenis sampah dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan biaya murah dan tidak mencemari lingkungan.

2 comments on “Masalah Utama Bio Konversi Sampah Menjadi Energi Listrik di Indonesia

  1. Pengolahan sampah anoragnik selain susah ya kalo diolah juga banyak yang nggak bagus hasilnya.. kalo diurai mungklin bisa, tapi biayanya pasti mahal, kan nguraikan bahan kimia..

  2. Kalau dipikir-pikir memang bahaya banget ya ke depannya kalau tidak bisa diatasi. Sampah memang dah merajarela di mana-mana. Ditunggu loh postingan berikutnya soal ini. Siapa tahu bisa dilakukan di masing-masing lingkungan akan lebih baik kan?

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: