Tinggalkan komentar

Catatan Fotografer : Gregetnya di Laporan Utama (Edisi 315-317)


Laporan Utama (laput) adalah salah satu rubrik di koran kampus Bestari yang mana meliput isu-isu nasional yang berkaitan dengan Malang. Karena liputannya bersifat besar, jadi tidak hanya di lingkungan kampus, liputan dilakukan lebih banyak di luar kampus. Bertemu dengan orang-orang yang bekerja dalam pemerintahan, pemilik pabrik besar, dan masyarakat sekitar yang sama sekali belum pernah ditemui sebelumnya. Bagi Maulz, laput punya tantangan yang nggak biasa, gregetnya itu entahlah bikin bingung apakah betah atau nyerah.

Tiga edisi Maulz berada di laput. Berikut kisahnya.

Berburu Demonstrasi

rekom1

Sebagai Fotografer, berburu foto tidak sama sensasinya dengan wawancara. Jika saat wawancara kamu akan kesulitan bertemu narasumber dan mengurus perizinan, berburu foto lain ceritanya. Momen adalah satu hal yang harus kamu cari atau ciptakan sendiri untuk mendapatkan foto yang menarik dan sesuai dengan berita. Itu sangat kecil kemungkinan kamu dapatkan jika berburu foto sambil menemai reporter melakukan aksinya.

Edisi 315, tema yang diusung adalah pemilu langsung dan tidak langsung. Apa yang ada dalam pikiranmu dengan tema itu?. Pro dan kontra mengani kebijakan itu kemungkinan besar adalah tema foto yang worth untuk diburu. Tidak sesimpel yang dibayangkan tinggal cari mahasiswa yang hobi demo lalu foto. Melihat ini daerah Malang, hal ini lumayan sulit untuk ditemui. Namun, masalah ini Maulz dapat selesaikan dengan cepat bermodalkan jejaring sosial. Setelah gagal berkali-kali keliling Malang untuk mendapatkan momen itu, akhirnya facebook memainakn perannya. Hari Senin pagi jam 10, Maulz mendapatkan informasi sedang ada demonstrasi di Balai Kota. Saat itu juga meluncur dan berhasil mendapatkan foto yang dicari.

Satu jenis foto berhasil didapat. Laput punya dua foto- Grand dan Sub. Nah, foto demonstrasi adalah foto sub. Grand bertemakan sejarah pemilu dari masa ke masa. Ini yang paling jleb, karena pemilu udah selesai. Mau dapetin foto yang gimana? solusi terakhir adalah setting, dan Maulz akui hasilnya sangat jelek. Momennya nggak dapet.

Kesulitan: mencari momen yang pas

“Feel Sukses” dalam Peternakan

DSC_0847

Tema 316 yang diusung adalah Peluang Usaha di Bidang Peternakan. Tema ini merupakan tema yang mudah jika hanya dipahami dari tema saja. Berita? lain cerita. Namun, dibanding tema 315, tema kali ini jauh lebih mudah karena Maulz bisa mendapatkannya di tempat umum, pasar daging misalnya. Benar adanya, untuk grand dengan tema peluang usaha di bidang peternakan dapat dengan mudah Maulz dapatkan di pasar daging.

Kesulitannya ada di sub dengan tema pengusaha sukses di bidang peternakan. Mencari Feel yang tepat itu kesulitannya. Maulz sudah mendapatkan foto di salah satu tempat perah susu sapi milik Nestle. Namun, setelah dilihat lagi hanya sekedar foto sapi dengan pekerja yang sedang memerah sapi. Feel suksesnya mana?. Kesulitan ini akhirnya dapat Maulz atasi dengan mencari foto di mana tempat usahanya memiliki plang/banner yang kira kira menjadi “feel” dan terdapat aktivitas di sana. Kesulitannya juga mencari aktivitasnya, rata-rata plang tersebut hanya dipasang di depan tempat usaha, tidak di tempat produksi, jadinya hanya sekedar bangunan dengan plang dan lagi-lagi feelnya nggak dapet. Yah, mau nggak mau harus pindah dan pindah ke berbagai lokasi untuk mendapatkan foto yang tepat.

Kesulitan : mendapatkan ‘feel’ yang pas

Ditolak Blasssss

DSC_0465

Tema 317 yaitu Pengurangan jam kerja wanita. Grand menarik tema pengaruh pengurangan jam kerja wanita terhadap anak. Foto grand ini terbilang sulit untuk dicari, momen yang harus dicari yaitu ibu yang bekerja/berangkat kerja dan anaknya yang ia tinggal. Foto jenis ini membuat Maulz buntu karena saat itu sedang masa liburan sekolah. Jadi sulit untuk mendapatkan model acak.

Pada sub mengusung tema pro dan kontra tentang kebijakan pengurangan jam kerja wanita. Foto jenis ini mebuat Maulz kebingungan harus motret dari angel apa. Tugas yang Maulz dapat adalah melakukan pemotretan di pabrik rokok, atau perusahaan manapun yang mempekerjakan wanita dan bagian inilah bagian yang paling mengesalkan bagi Maulz. Pabrik rokok tujuan pertama, satu-satunya pabrik rokok di Malang yang nerima Maulz adalah PT Gandum, namun sayangnya untuk mendapatkan foto, Maulz harus menemui humas, dan blasnya humasnya sedang tidak ditempat. Pabrik rokok lainnya itu ngeselin, baru aja nyampe di satpam udah ditolak. Kayaknya satpamnya ga tau apa apa deh, atau memang perusahaannya ga memiliki struktur organisasi untuk hubungan masyarakat. Tujuan selanjutnya adalah pabrik packing sari apel di batu, ga dapet foto juga karena pekerja sedang libur. Pabrik-pabrik lainnya kasusnya sama, kalo enggak ditolak ya lagi ga ada yang kerja.

Kesulitan : Perizinan

Belajar dari Pengalaman

Bagi Maulz, berada di laput itu memberikan pengalaman lebih karena kita langsung berinteraksi dengan masyarakat. Ada yang mau difoto, tapi nggak sedikit pula yang nggak mau difoto. Kesalahan Maulz adalah kurang berani terutama saat meminta izin terlebih dahulu.  Tidak semua foto harus izin terlebih dahulu, namun ketika sudah izin, foto yang didapat lebih baik karena tidak menimbulkan kecurigaan pada objek yang difoto (manusia). Intinya, berada di lingkungan masyarakat sebagai jurnalis adalah berani.

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: