Tinggalkan komentar

Belajar dari Avatar The Legend of Aang


DSC_0921Ada kebaikan dibalik semua tujuan dan pertempuran, bahkan dari hal yang dilakukan oleh orang-orang yang kita anggap jahat sekalipun

Sebagian besar dari kamu pasti sudah pernah nonton Avatar. Bukan avatar yang alien warna biru itu, tapi avatar kartun pengendali elemen, The Legend of Aang. Segi karakter utama saja dapat kita lihat dengan jelas. Biarpun hanya sebuah serial kartun, ada banyak pelajaran yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Aang sendiri melambangkan Nilai Moral yang luar biasa. Banyak permasalahan yang ia hadapi, namun dari sekian banyak permasalahan itu yang dia pikirkan adalah apa yang dapat dia lakukan untuk kebaikan dunia, tanpa menyakiti siapapun. Keegoisan diri ia buang jauh jauh. Beberapa episode terakhir misalnya, semua avatar terdahulu menyarankan untuk membunuh Raja Api Ozai, namun ditengah kebingungannya dia tetap memilih untuk tidak melakukan itu. Pesan penting, selalu ada jalan lain dalam memutuskan suatu pilihan.

Karakter yang paling tidak gampang putus asa adalah Katara. Selama 100 tahun lebih avatar menghilang, namun dia adalah satu-satunya orang pertama yang pada awal cerita masih percaya bahwa aang adalah avatar dan dia bisa menyelamatkan dunia. Rasa belas kasihannya sangat tinggi terhadap orang lain, misalnya saja pada The Painted Lady di mana tim avatar mengunjungi desa di atas sungai yang tercemar. Walaupun jadwal mereka padat dan sangat mepet, namun Katara mengorbankan semua itu demi melihat penduduk bahagia dengan menyamar menjadi Roh Painted Lady. Ada lagi salah satu episode di buku 3 di mana Katara bersama Zuko mencari orang yang membunuh ibunya, namun ketika titik puncaknya dia sadar bahwa memaafkan itu lebih baik daripada memuaskan diri sendiri dengan balas dendam.

Sokka merupakan salah satu karakter dengan tingkah lucu dan ceroboh, namun dibalik itu dia merupakan pemikir yang hebat dan selalu percaya dengan kata hatinya. Ide perperangan seperti pada episode The Day of Black Sun, adalah ide Sokka, andai saja rencana itu tidak diketahui oleh Azulla, kemungkinan besar akan memberikan keberhasilan yang tinggi meskipun dengan jumlah tentara yang sedikit. Walaupun tidak sedikit kecerobohan yang dia lakukan, semua itu semata-mata untuk melindungi orang yang ia cintai, adiknya.

Toph, karakter yang selalu melihat peluang dan kemungkinan. Sebagai satu satunya karakter yang buta namun dapat melihat dengan pengendalian buminya, Toph belajar melihat kemungkinan ia dapat melihat dengan belajar dari tikus tanah. Bagaimana dengan pengendalian logamnya? Nah, hanya orang orang yang melihat peluang dan kemungkinan untuk dapat melakukan ini.

Karakter paling bijak tidak lain dan tidak bukan adalah Paman Iroh. Setelah kepergian anak satu-satunya saat mencoba menaklukkan Ba Sing Se, Paman Iroh mulai mencari dan bertanya pada dirinya sendiri siapa dia dan apa yang sebenarnya ia inginkan. Hal tersebut membuat, ia sangat sayang dengan Zuko dan selalu membimbingnya agar menemukan jalannya sendiri. Kata-katanya yang nyangkut dibenak Maulz itu adalah saat episode Danau Laogai “Apakah ini benar-benar takdirMu, atau hanya takdir yang orang lain paksa untuk kau lakukan. Mulai sekarang kamu harus bertanya, siapa dirimu dan apa yang sebenarnya yang kamu inginkan”.

Karakter yang paling menarik adalah Pangeran Zuko sendiri. Karakter yang mungkin kita benci diawal cerita, namun akhirnya menjadi karakter yang paling luar biasa. Zuko membuat banyak kesalahan, dan itu membuatnya belajar banyak hal terutama tentang “menemukan jalannya”. Pada episode “Boiling Rock”, ketika Sokka menyerah saat ingin menyelamatkan ayahnya di penjara negara api tersebut, Zuko berkata “Tidak masalah berapa kalipun kau gagal, gagal dan gagal lagi. Namun, kau tidak boleh menyerah”.

Walaupun Azulla menjadi karakter yang sangat jahat dalam cerita, namun banyak sekali pelajaran yang dapat diambil terutama dari ambisinya. Ambisi yang berlebihan membuat kita lupa akan sesuatu yang lain yang lebih berharga untuk kita jaga. Misalkan saja dia kehilangan sahabtanya Mei dan Tay Lee. Ambisi yang berlebihan membuatnya lupa untuk percaya dan menghargai orang lain.

Keluarga itu lebih dari sekedar ikatan darah. Serial Avatar ini membuktikannya. Walaupun Aang adalah satu satunya pengendali udara yang tersisa, namun dibalik itu dia masih punya sahabat yang sangat menyayanginya dan melindunginya dari apapun.

Tidak ada yang sepenuhnya baik dan sepenuhnya jahat dalam kehidupan. Misalkan saja, walaupun negara api itu kejam, tapi kita mengenal Zuko dan Jeong-jeong serta Paman Iroh. Kerajaan Bumi misalnya, Dai Li kita kenal jahat dan membantu Azulla untuk menghalang Aang.

Alam itu butuh keseimbangan, sehingga ia tidak akan merusak dirinya sendiri. Episode semacam ini sangat banyak kita jumpai dalam serial.

Tidak hanya sekedar itu yang dapat kita pelajari, seluruh episode memiliki makna dan pelajaran yang sangat patut kita ambil dan terapkan dalam kehidupan. Bukan hanya sekedar kartun penghibur, Avatar The Legend of Aang punya lebih dari itu🙂

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: