1 Komentar

Cerita Tradisional China dalam Satu Suguhan Budaya


1Kegembiraan menghiasi wajah wajah pemudi China seusai mempersembahkan budaya mereka dalam sebuah acara sederhana nan luar biasa.

Tanggal 17 Oktober 2014 lalu, duta Cunficius Intitute Day dari China bersama dengan IRO (International Relationship Office) Univ. Muhammadiyah Malang mengadakan pertunjukan budaya dalam rangka memperingati hari ulang tahun pusat bahasa Mandarin ke 10 di Aula BAU UMM.

Maulz hadir dalam acara ini karena tugas melakukan pemotretan untuk Bestari (koran kampus UMM). Acara yang sederhana  ini menarik banyak orang yang lewat di depan Aula BAU malam itu, penasaran dengan alunan musik yang dimainkan di dalam ruangan yang sebenarnya tidak terlalu mengundang perhatian itu. Jadilah, ruang yang berkapasitas kurang lebih 200an itu penuh sesak dan antusias dari penonton yang tidak hanya dari kalangan mahasiswa Indonesia.

Apa yang menarik? tentu saja pertunjukan yang ditampilakan adalah daya tarik utamanya, disamping pria China tampan yang membawakan acara dan membuat gadis gadis histeris sekaligus tertawa karena tidak mengeti apa yang sebenarnya pria itu bicarakan.

Pertunjukan yang paling banyak ditampilkan ialah tarian, ada juga nyanyian dan permainan musik ala Mandarin. Tarian inilah yang menjadi inspirasi bagi Maulz untuk menulis pengalaman menikmati pertunjukan ini sekaligus berbagi informasi sederhana lewat bahasa foto.

Tari Pembuka

2Acara peringatan hari ulang tahun pusat mandarin ini dibuka dengan sebuah tarian indah. Entah apa nama tarian ini tidak disebutkan dalam acara. Secara keseluruhan gerak, tari ini bisa jadi adalah gambaran sederhana tentang masyarakat Tiongkok, tentang gadis gadis yang bergembira, dan perayaan imlek yang indah.

Tarian Dai No

3Tarian Dai No (mungkin seperti itu cara bacanya dalam bahasa Indonesia) ini menceritakan gadis gadis mengenakan pakaian tradisional dalam sebuah karnaval, hijau segar mengingatkan kita pada bambu di mana China sendiri terkenal dengan julakan “negeri tirai bambu”.

Tarian Hay Yun

5Tarian ini adalah tarian yang berasal dari etnis Jing yang merupakan salah satu dari 56 etnis yang ada di China. Etnis ini mencintai nyanyian dan tarian. Dalam tarian tradisonal ini, kita seolah merasakan suasana tentram sembari melihat gadis gadis di tepi pantai menjaring ikan.

Tarian Meng Seng (Xun) Lijiang

4Tarian tunggal ini dibawakan apik oleh pria Tiongkok ini. Sebuah tarian tentang peradaban kuno, membentuk sungai dalam satu tanah. Sungai sungai menjadi vital kehidupan masyarakat Tiongkok.

Tarian Ling Kong Piao

6Tarian ini adalah satu satunya tarian modern yang ditampilan dalam acara tersebut. Gerakan tradisional Tiongkok dipadu dengan indahnya gerakan dari tarian modern seperti tarian klasik dan balet. Tarian ini lebih kepada hubungan emosional sepasang kekasih dalam menjalin hubungan.

Kesan luar biasa Maulz telah dapatkan pada acara ini. Berinteraksi dengan mahasiswa Tiongkok berbeda dengan mahasiswa barat, sama ramah dan sopannya dengan budaya kita. Satu hal lain yang tidak lepas dari ingatan adalah bagaimana salah satu dari mereka berbicara dalam bahasa Indonesia, dan berusaha menterjemahkan apa yang teman mereka katakan pada Maulz. Satu fakta yang unik, hampir semua dari mereka tidak ada yang bisa bahasa Inggris, mereka lebih senang belajar bahasa Indonesia🙂 Bravo TIONGKOK!!!

7Panitia dan pengisi acara berfoto bersama seusai acara.

One comment on “Cerita Tradisional China dalam Satu Suguhan Budaya

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: