Tinggalkan komentar

Carut Marut Pengertian Osmosis


IMG-20131010-02165

Pernah kah kawan kawan mendapati berbagai sumber referensi baik buku maupun tulisan manapun atau dari guru sendiri bahwa pengertian Osmosis itu sering berbeda?

Insyaallah pernah bagi yang memang mengambil konsentrasi di cabang cabang ilmu IPA.

Secara teknis, kebanyakan buku dan juga soal soal yang dipelajari waktu UN SLTA, pengertian osmosis rata rata adalah sebagai berikut

Osmosis adalah perpindahan zat dari zat dengan konsesntrasi rendah ke zat dengan konsentrasi tinggi melalui membran selektif permiabel.

atau

Osmosis adalah perpindahan zat yang encer (hipotonis) ke zat yang pekat (hipertonis) melalui membran semipermiabel.

Jadi, mainset yang tertanam adalah kebalikan dari Difusi. Ya memang benar, tapi ada juga pengertian seperti ini

Osmosis adalah perpindahan zat dari potensial air tinggi ke potensial air rendah memalui membran selektif permiabel.

Lha, kok bisa tinggi ke rendah? secara sekilas, banyak orang akan menganggap pengertian itu salah. Sekali lagi mainset yang tertanam sejak SLTA adalah Osmosis itu dari rendah ke tinggi.

Namun, kedua pengertian itu sama benarnya. Hanyalah perbedaan sudut pandang dari penemu teori (entah siapa dia).

Satu hal yang harus diingat, ketika kita bicara Osmosis, maka ruang lingkupnya adalah Sel, karena hanya Sel lah yang memiliki membran selektif permiabel tersebut. Ketika ruang lingkupnya Sel, maka kita akan lebih berbicara pada Potensial air, bukan Konsentrasi Zat, karena dalam sel sebagian besar terkandung air dalam sitoplasmanya.

Nah, dari keadaan potensial air inilah berdampak pada konsentrasi zat.

Semakin tinggi potensial air, maka semakin rendah konsentrasi zat

Sebagai contoh, ada dua gelas. Gelas 1 berisi penuh air, gelas 2 berisi penuh larutan garam. Pertanyaannya, yang mana yang memliki kandungan air/potensial paling banyak? tentulah gelas 1, namun jika ditanya konsentrasinya, gelas mana yang memiliki konsentrasi paling tinggi? tentu jawabanya adalah gelas 2.

Namun, perbandingan potensial ini tidak hanya berlaku pada konsentrasi zat, juga pada beberapa faktor lain, sebagai berikut,

Semakin tinggi potensial air, maka :

  1. semakin rendah derajat ionisasi zat.
  2. semakin rendah suhu zat.
  3. semakin sulit solut mengikat air
  4. semakin encer suatu larutan

Nah, pengeritian osmosis dapat menggunakan beberapa faktor lain di atas. Hal terpenting yang harus diingat adalah, peristiwa Osmosis selalu melalui membran selektif permiabel atau semi permiabel.

Perlu diketahui juga sebagai tambahan pengetahuan adalah tentang sifat sifat membran sel. Perpindahan zat dari luar ke dalam sel atau sebaliknya, selalu melalui membran sel, bagian yang berperan dalam pemindahan ini adalah protein (ingat: membran sel teridiri atas lipoprotein).

  1. impermiabel : bagian membran sel yang tidak dapat dilewati zat manapun, baik solvent maupun solut. Bagian impermiabel ini terdiri atas lapisan lipid.
  2. semi permiabel : bagian membran sel yang hanya dapat dilewati zat tertentu, hanya solvent yang dapat melewati membran ini.
  3. selektif permiabel : bagian membran sel yang hanya dapat dilewati zat tertentu, baik solvent maupun solut dapat melewati membran ini.
  4. permiabel : dapat dilewati zat yang manapun yang muat.

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: