1 Komentar

Kisah Lain di Bestari


10259859_624281660980047_7850459475046024724_nDua hari ini, hari sabtu kemaren dan minggu ini tentunya (3-4/5), Maulz ikutan diklat dasar jurnalisitik koran kampus, Bestari. Yah, sesuai judulnya, diklat dasar jurnalistik, jadi dua hari itu ya belajar ini itu seputar jurnalistik. Maulz bisa berbangga lah, bangga sih enggak juga, maksudnya seneng banget rasanya bisa ikutan acara ini, soalnya dulu itu Maulz pengen banget rasanya jadi wartawan, tapi lebih ke wartawan TV sih, sayangnya enggak dapet izin dari orang tua. Ya, tulis menulis akhirnya hanya sekedar hobi, segalanya terserah kemauan orang tua bagi Maulz. Insyaallah lah, kalo udah dapet sertifikat diklatnya, Maulz pengen daftar jadi anggota, syukur syukur diterima, kalo enggak juga nggak jadi masalah lah.

Tiga temen Maulz juga ikutan diklat ini, Salman, Dinar, dan Faris. Tapi sayangnya Faris enggak dateng di hari ke dua, dia lagi sakit, tapi katanya sih enggak mau ikutan lagi. Kami berempat berada di kelompok yang berbeda, jadi Maulz enggak tau mereka ngapain ajah, dan di tulisan ini pun nggak akan membahas mereka, kan😛

Di tulisan (baca: curhatan) ini Maulz nggak mau menyampaikan apa itu jurnalistik atau tips tips menulis berita kecelakaan. Masalah 5W + 1H sudah banyak banget lah kawan kawan bisa temuin di google. Yah, ceritanya lebih ke pojokan, lebih ke hal hal yang berhubungan dengan kursi, atau kuenya yang enak tapi dikit, hehe.

Hari pertama, semua peserta yang nyampe 100an lebih dibagi bagi dalam beberapa kelompok, Maulz dapet jatah kelompok 14, dengan total anggota 8 orang, tapi yang dateng hari pertama itu hanya 4 orang, dan Maulz adalah satu satunya cowok dalam kelompok. Awal mula sih, gugup dan malu maluin juga, habis, cewek ceweknya pada rajin ngomong dan kayak udah pengalaman banget dalam hal jurnalistik dan desain majalah, Maulz sih diem ajah ngedengerin, sebenarnya sih lebih ke jaga imej kali yak.

Banyak hal yang unik, terutama masalah betapa berbedanya Maulz dengan para cewek itu. Yah, setidaknya Maulz bisa tahu kalo pikiran Maulz betul betul 100% berbalik 180 derajat dari mereka. Pertama sekali pas ditanya tentang “mau jadi apa di Bestari”, semua cewek menjawab ingin jadi reporter, dengan alasan yang hampir serupa mereka semua beralasan ingin menambah pengalaman baru, suka wawancara karena menantang, apalagi meliput berita berita penting dan bersifat hard. Yah, setidaknya cuma Maulz sendiri yang ngejawab mau jadi fotografer, dengan alasan membuat gambar itu bicara lebih menarik dari wawancara, pas ditanya pendapat tentang reporter, Maulz ngejawab kalo suka juga jadi reporter, ya karena Maulz suka bertemu orang, tapi Maulz lebih suka meliput hal hal yang besifat features ketimbang hard news. Pada kenyataannya sih itu hanya sekedar hobi, tapi Maulz juga bisa meliput hard news bahkan investigasi juga kok*sombong*.
Sebenarnya sih, terkadang cewek ceweknya suka sok tahu, tapi Maulz enggak terlalu peduli sih, lagian bagi Maulz cewek sok tahu itu kelihatan pinter, dan Maulz suka aja denger cewek pinter ngomong. Aha, itu cuma alasan sih, Maulz suka sok tahu juga soalnya😀

Ending hari pertama yaitu dikasih tugas buat menulis berita straight news. Blah, ngeluh juga. Udah ashar, ngumpulin tugasnya besok, bingung juga mau nyari berita di mana. Karena hari itu lagi ada acara badmood juga, jadi Maulz nggak banyak ngomong, pas pulang juga langsung keluar, terus jalan kaki keliling desa desa di sekitar kampus, dapetlah kondisi menarik, di mana terdapat jalan yang tergenang, yang kelihatannya mengganggu pengguna jalan, dan masyarakat yang berada di sekitar jalan. Judul yang Maulz tulis itu “Jalan Tergenang Resahkan Warga”, agak lebay sih tapi itulah jurnalis, judul itu ya harus dibuat semenarik beritanya. Deritanya nyari info mah ketika wawancara, orang orangnya banyak yang nolak sih.

Hari esok tiba. Maulz mulai membuat beritanya sekitar pukul 3 pagi. yah, itu memang kebiasaan Maulz, mau tugas apapun sukanya ngerjain pas subuh. Satu jam beritanya selesai, tinggal nunggu Salaman balikin hp karena dokumentasinya ada di hp. Jam 7 lewat baru dia dateng, jadi langsung deh masukin foto dan cetak. Clear.

Hari esok itu sama dengan hari kedua. Maulz bisa cukup berbangga dengan tulisan Maulz, karena koreksi yang diberikan instruktur hanya berupa emoticon senyum, sama tulisan good, terus di bawahnya ada tulisan, keterangan sumbernya ditambah. Yah, bukannya sombong, tapi itu artinya kan Maulz punya tulisan yang lumayan baik. Bandingannya ya sama cewek cewek satu kelompok, rata rata mereka ngedapetin koreksi di Lead yang nggak mencantumkan 5w1h, sama EYD, dan ada juga yang bahasanya dramatis, secara teknis nggak pas buat straight news. Tuh kan, dapet lagi bedanya cara berpikir cowok, dan cewek.

Kalo Maulz baca dan menilai, Maulz menyimpulkan bahwa tulisan mereka rata rata menjelaskan rincian bagaimana peristiwa  itu berjalan, isi ceritanya pun disampaikan secara lengkap, kalo Maulz nggak terlalu bertele tele, langsung ke apa beritanya dan mengapa yang lebih Maulz utarakan, disamping didukung wawancara sama komponen 5w1h yang lain. Yah, Maulz unggul dalam menulis berita yang ini, tapi jika menulis berita yang lebih membutuhkan rincian lengkap, Maulz bakalan jauh lebih jelek dari mereka.

Hari kedua, bahasannya tentang fotografi dan jenis fotografi, lalu tentang depth news. Keduanya menurut Maulz ribet, ya seperti yang Maulz bilang sebelumnya, Maulz suka yang nggak bertele tele, nah untuk depth news sendiri, kejelian dan kerincian berita sangat dibutuhkan. Dan seperti biasa, dapet tugas dan itu tuh tugasnya.

#selamatharikebebasanperssedunia3mei2014

One comment on “Kisah Lain di Bestari

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: