Tinggalkan komentar

Will, is that you?


IMG-20140421-02740Udah lewat beberapa hari sejak diputarnya film scince fiction – Transcendence diputar di bioskop di seluruh Indonesia. Tapi, rasanya hawa hawa cerita masih membekas di benak Maulz yang diberi kesempatan oleh yang maha kuasa untuk menikmati film ini. Sebagai penggemar ilmu pengetahuan alam, wajar sekali bahwa film ini adalah film yang sangat menarik bagi Maulz. Tapi sebelum bercerita lebih panjang, sepertinya Maulz harus sedikit menulis- cerita tentang apa sih itu?.

Sekilas saja, film ini menceritakan tentang seorang ilmuan yang bernama Dr. Will Caster (Johnny Depp). Namanya juga ilmuan, yang jelas pintar lah. Dalam bekerja, ia tidak sendirian, namun ditemani oleh istrinya Eveline, dan adiknya, serta beberapa rekan rekannya yang lain yang tidak terlalu menarik untuk diceritakan, walalupun ada Morgan Freeman di sana. Dr. Will adalah ilmuan pengetahuan alam dan komputer, dan hampir berhasil menghubungkan otak manusia dengan komputer. Tapi, sebelum dia melanjutkan risetnya yang sudah bekerja pada seekor monyet, ia ditembak oleh orang orang yang bisa dibilang Anti-Science, yang sebenarnya adalah ilmuan ilmuan muda yang menganggap kemajuan pengetahuan teknologi yang berlebihan akan mengakibatkan kehancuran dunia.

Dr. Will divonis memiliki hidup yang tidak akan lama lagi, dan sebelum ia mati, istrinya berencana menyelamatkan Dr. Will dengan cara menghubungkannya dengan komputer. Dibantu adiknya, mereka bekerja setiap hari. Dan saat mereka hampir gagal karena Dr. Will sudah meninggal, saat itu pula mereka berhasil. Ya, Pikiran Dr. Will berhasil dihubungkan dengan komputer.

“Will, is that you?” itulah kata kata yang sering diucapkan Eveline setengah tidak percaya bahwa apa yang ia kerjakan telah berhasil.

Nah, setelah itulah berbagai konflik dimulai. Dan kawan kawan mungkin akan menebak nebak, siapakah antagonis-protagonis cerita tersebut. Jika kawan kawan mengartikan antagonis sebagai orang jahat, dan protagonis sebagai orang baik, artinya kawan kawan salah. Karena prinsip antagonis yaitu peran yang menentang arus cerita yang dibuat tokoh utama (protagonis). Nah biarpun Dr. Will akan sangat kejam dalam cerita, dia tetaplah protagonis, karena itu cerita tentang hidupnya. Adiknya dan orang orang lain yang mencegah dan memusnahkan teknologinya tetaplah antagonis, walalupun mereka baik tapi mereka menentang cerita yang dibuat Dr. Will tersebut.

Secara keseluruhan, ini adalah konsep cerita paling luar biasa yang pernah Maulz tonton. Kita seolah olah diajak melihat “tuhan” versi perpaduan manusia-kompuer. Gimana nggak, nanoteknologi yang diciptakan oleh Dr. Will hampir bisa membuat apapun, menyembuhkan penyakit dalam beberapa menit, menumbuhkan hutan, bahkan menghidupkan kembali dirinya sendiri dalam wujud manusia, dan masih banyak lagi, sejauh cerita hanya berpusat di bumi, mungkin jika Dr. Will mengakses pemancar SATI atau teleskop hubble NASA, bisa jadi ia akan menemukan kehidupan alien, atau bentuk sebenarnya alam semesta dan mematahkan teori Step. Hawking. Tapi, teknologi tetaplah teknologi, dan tuhan tetaplah tuhan, dan Maulz secara positif percaya suatu hari nanti teknologi seperti itu akan ada. Namun, satu hal yang Maulz juga secara positif yakin bahwa ada satu hal yang tidak akan mungkin dapat diciptakan- Ruh. Mereka tidak akan bisa memberi itu.

Terus apa bedanya Ruh dengan Kehidupan? sepertinya kita harus lebih banyak memperdalam ilmu agama dan menggali pengetahuan alam lewatnya.

Mungkin film yang sedikit berkaitan dengan film ini adalah film 90an yang Maulz lupa jududulnya, tapi menceritakan “seorang” robot yang bernama Andrew yang sangat ingin menjadi manusia, tapi masyarakat menolak hal ini, karena “perasaan” robot dikendalikan oleh komputer, walaupun diendingnya PBB mengakui Andrew adalah seorang manusia tepat di hari terakhir hidupnya.

Balik bicara tentang teknologi lagi. Tujuan utama memajukan teknologi tidak lain adalah untuk memudahkan kehidupan manusia dalam segala hal. Dan tentu saja semakin maju teknologi, maka semakin malas penggunanya, dan semakin mudah bagi kawan kawan mengalami kerusakan mata, terkena stroke, dan bahkan menjadi anti sosial. Tapi tidak perlu khawatir, di masa depan teknologi akan menyembuhkan segala macam penyakit, bahkan menyembuhkan penyakit psikologi sekalipun, dan saat itulah kemungkinan besar tidak akan ada perbedaan mana manusia asli, dan mana manusia buatan, dan endingnya tidak ada lagi  yang akan percaya pada tuhan.

Dan Maulz harap Maulz tidak ada pada masa itu. Dan Maulz harap tidak akan pernah ditemukan teknologi yang mampu melihat masa depan. Bisa dibayangkan jika bagaimana peristiwa kiamat dapat kita lihat langsung dalam bentuk visual nyata dalam sebuah layar dan setiap orang akan sadar bahwa kita ini sangatlah kecil.

Sepertinya belum ada yang berniat membuat teknologi sihir seperti Harry Potter misalnya :DD

Balik ke inti cerita, tentang filmnya. Secara konsep cerita, sekali lagi film ini luar biasa, film ini sangat menginspirasi. Tapi sepertinya secara alur cerita, film ini bukanlah film yang enak untuk ditonton bareng pacar di bioskop. Selera orang sih beda beda, yah Maulz lebih suka hadir ke bioskop untuk film yang memiliki action yang dipadukan dengan kemajuan teknologi, atau fantasi visual. Film romantis, film motivasi, atau film Animasi bagi Maulz bukan pilihan tepat untuk ditonton di bioskop. Pada Transcendence, film ini lebih berpusat ke bagaimana Dr. Will menciptakan banyak hal dari nanoteknologi, diikuti dengan konflik yang terjadi dengan orang orang terdekatnya. Jadi, untuk adegan action, sangat sedikit. Adegan baku tembak, mungkin bisa dihitung jari. Seharusnya, film ini sangat bagus jika konfliknya melibatkan seluruh dunia, karena sangat mudah sekali bagi Dr. Will mengacaukan dunia hanya dengan satu kedipan mata, mungkin melibatkan PBB, pertahan Amerika, atau menenggelamkan Indonesia. Dr. Will bisa membagun pasukannya sendiri, sedangkan dunia harus merekrut pasukannya. Jelas, Dr. Will bisa saja menang dalam sekali sapu, setelah itu melibatkan ilmuan lain yang ikut membantu, dan Maulz sangat berharap di endingnya pengetahuan lah yang akan mengalahkan pengetahuan.

Mungkin Godzilla di Pacific Rim bisa ikut membantu membangkitkan cerita, atau malah mutan mutan X-Men bermunculan di mana mana, diselipkan nyanyian ala Glee mungkin bisa luar biasa, sekalian saja muncul Mak Lampir dan Alingdarma, dan sepertinya Harry Potter akan ada sekuelnya😀

Sebagain tulisan ini Maulz dedikasikan untuk sobat Maulz – Alika, Farisa, dan Salman.
Next watch – The Amazing Spiderman 2, X Men : The day of future past

BlioHAdIgAIMmW8

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: