1 Komentar

Ketika Dapur di Tangannya


BkajryXIEAIrnXSIni tentang kisah yang ga penting duluuuuuu pake bangeeet. Yah, sesuai judulnya tulisan bicara tentang cara belajar biologi yang baik dan benar😀. Wait.. Biologi? Who the hell cares . .

Iya iya, ini kisah tentang masa lalu bareng pacar yang menghidangkan Maulz masakan andalannya. Tunggu!!!, Maulz inget inget dulu ini pacar yang mana, ya? Kalo enggak salah, bareng pacar yang jadiannya tahun 2007, pacar yang ke berapa enggak inget juga, yang jelas tahun 2007 pacar Maulz masih dikit😛

*cerita ini diselipkan karangan lebih dari 80%*

Walaupun barengannya dari tahun 2007, tapi kisah ini terjadi sekitar tahun 2010 deket deket UN SMP lah. Yah, seperti biasanya, setiap pacar yang Maulz punya, pasti Maulz minta masakin sesuatu, terserah apa masakannya, yang pasti adegannya mirip kayak Master Chef, masaknya dibatasi waktu, dan diendingkan dengan komentar pedas, hambar, asin, manis, hingga enak. Yang ga lolos tes ini, akan terliminasi *HUA HA HA HA HA*

Itu malem minggu, Maulz nginep dirumahnya karena orang tuanya lagi ke luar kota. Ga usah mikir yang enggak enggak, soalnya malemnya setelah kencan di lapangan bola, langsung pulang dan nonton film Barbie : Maripossa di RCTI😛, abis tu tidur saking capeknya nonton film horror yang menguras tenaga itu.

Paginya Maulz bangun telat, buruknya lagi sang pacar malah lebih telat lagi. Kamarnya dikunci lagi, manggil manggil ngetuk ngetuk ga ada suara apapun, tidurnya pulas (baca : mati) banget kayaknya. Konon, ortu pacar pulang pagi itu juga, tapi sampai jam 8 masih ga ada penampakan apapun.

Jam setengah 9 baru ada tanda tanda kehidupan di kamar pacar, dia keluar seperti monster. Sesuai banget dengan film horror yang Maulz tonton pagi itu tentang pembunuhan berantai yang membunuh sebuah keluarga yang bahagia, dan hanya anaknya dan sang ayah yang selamat, buruknya sang anak malah menghilang setelah tumbuh dewasa, dan ayah memecahkan misteri dan mencari anaknya itu sampai ke dunia lain, judulnya Finding Nemo.

“Pi, Mami laper” kata pacar manja
“Masak gih” jawab Maulz
“Apaa..?? masak…? mau masak apa? ga ada apa apa?”
“Ya beli dulu lah ke pasar sana, deket juga, kan?”
“Dimasakin mie, mau ya?”
“Mie..? yang bener ajah pagi pagi makan mie?”
“Mau masak apalagi memangnya, Mami nggak bisa masak, Pipi!”
“*cemberut* Ga bisa masak? belajar sana!!!”
“Aih Pipi, jangan marah marah dong *cubit Pipi*”
“Makannya masak”
“Iya iya, Pipi ke pasar gih”
“Mami mau masak apa?”
“Terserah, Pipi beli ajah semuanya di pasar yah”
“Iyah, tunggu di rumah. Dan mandi dulu sana”
“Iyah Pipi”

Beberapa jam kemudian
KOTAK MISTERI (inget master chef)

“Oke, ini adalah kotak misteri yang Mami nggak akan tau apa isinya sebelum dibuka. Bisa saja hal yang Mami suka, bisa saja sesuatu yang Mami ga suka. Tapi, Mami harus bisa membuat satu masakan dari bahan utama dalam kotak misteri ini. Sekarang, apa Mami siap?” pidato Maulz
“Iyah, Mami siap” jawab sang pacar tegas

JRENG JRENG JRENG

“Ikan….??”
“Ya, gampang kan? makanan kita tiap hari kok”
“Iya iya”
“Sekarang Mami punya waktu 1 jam untuk memikirkan dan membuat masakan dari ikan ini. Dimulai dari sekarang!!!”

45 menit tersisa

Sementara Maulz nonton Finding Nemo, terdengar jeritan keras dari arah dapur.
“Mami, Mami kenapa.. Mami kenapa.. ada apa?”
“Papi.. Papi jahat, ikannya masih hidup”
“*tertawa licik*”
“Ketawa lagi, potong dulu nih ikannya, cepet”
“*ngalah*”

30 menit tersisa

Belum ada tanda tanda harum bau ikan sampai saat ini.
“Mami…. udah masak belum?”
“Belum Pi, masih bikin bumbunya ini”
“*ngecek situasi* Mami, kepala ikannya mana?”
“Udah Mami buang ke laut tuh”
“Kenapa dibuang, Mami….”
“Ya iya lah, ngapain kepala dimasak. Ga punya belas kasihan banget sih”
“Mami.. Mami..Ya, mau papi makan lah. Sayang itu dibuang”
“Ikhlaskan saja Pi, sedekah buat kepiting”
“Ya udah, yang cepet masaknya”

15 menit tersisa

“Ngapain Mami ke sini *Maulz lagi nonton*, udah selesai masaknya?”
“Belum Pi, itu masih digoreng, males nunggu di dapur”
“Dijaga loh Mi, ntar gosong gimana?”
“Ya, nggak akan lah Pi”

0 menit tersisa

“Mi.. Ikannya Mi.. Baunya itu Mi, ada bau misterius Mi”
“OMG Pipi, ikan kita!!!!”
“Mami!!!!!, cek sana cek sana”
“*ke dapur* Papi, bantu pi.. bantuin panas ini”
“Waaah.. Ini Mami masak buat Papi, atau buat si pussy? HA!!!”
“Kan, Mami udah bilang ga bisa masak. Pipi maksa”
“Ya Mami nggak mau belajar sih. Belajar sama Papi gitu”
“Ya udah, itu masih ada tiga potong yang belum dimasak. Papi masakin yah *ninggalin*”

15 menit kelebihan

“Mami.. Siapin peralatan makan. Udah kelar nih”
“Iyah Pi”

30 menit kelebihan

“Kok cuma ini Pi.. Sepi banget lauk kita?”
“Ya mau gimana lagi, Mami mubazirin semuanya sih”
“Iyah, maaf. Jangan makan dulu, mami bikin yang lain”
“Masak?”
“Iya, masak mie Pipi..”
“Ga usah ih, keburu mati kelaperan ini”
“Tunggu pokoknya, nggak enak makan cuma segini”

45 menit kelebihan

“Mi, kok lama?”
“Bentar lagi Pi”

1 jam kelebihan

“Oke, sekarang Papi udah pingsan kelaperan”
“Iyah Pipi, maaf. Ayok makan, ini mie nya, dan ini minumnya”
*keduanya makan tanpa ngomong sepatah katapun*

Setelah makan

“Mami, kok enggak bilang bisa masak mie yang enak banget kayak gini”
“Lha, Mami mau masak mie tadi pagi, Pipinya nggak mau makan mie”
“Ya, Papi kan nggak tau kalo Mami masak mienya beda dari yang lain. Minumnya juga enak dan seger banget”
“Makasih Pipi…”
*berpelukan*

HAPPY ENDING

NB :
Mau nyoba masakannya, bikin ajah ya ini bahan dan cara masaknya
– ikan dipotong atau difilet. lalu di campur dengan kunyit yang udah haluskan dengan garam ditambah sedikit air
– goreng sampai matang. angkat, tiriskan.
– tumis cabe merah keriting yang udah digiling bareng bawang merah, asam jawa, jahe, dan gula.
– tambahkan garam dan penyedap sesuai selera
– masukkan ikan yang sudah digoreng sebelumnya
– aduk aduk sampai meresap. angkat, hidangkan
– kalo nggak enak, jangan lupa ajak si pussy

Kalo minumnya
– siapin air kelapa muda, sirup leci, susu kental manis, buah buahan potong dadu, dan keju
– masukkan air kelapa dalam wadah, lalu tambahkan sirup leci
– maniskan dengan menambahkan susu seuai selera
– tambahkan buah buahan, dan keju jika suka
– diminum dingin lebih enak
– apalagi dibuang di tong sampah khusus organik lalu didaur ulang

One comment on “Ketika Dapur di Tangannya

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: