1 Komentar

Hal yang Dibenci Ga Selalu Buruk


IMG_2945Sore ini hujan, ya terserah aja deh mau hujannya di mana, pokoknya hujan dan Maulz kehujanan, jadi Maulz basah. Sebenarnya Maulz ga suka hujan, bukan benci sih tapi rada takut atau pobia kalo cuaca lagi hujan, tanya kenapa? itu urusan Maulz dan masa lalu, ga penting buat orang lain tahu🙂 . . karena inti curcol sore hari ini bukan tentang hujan, tau benci hujan, dan lain lain, tapi adalah hal hal lain di luar cuaca hujan.

Ada satu hal janggal yang hinggap di sistem saraf Maulz, terutama saraf yang membawa respon sentuhan pada otak, atau yang lebih dikenal sebagai Korpuskula Meissner, nggak tau ya? itu loh nama keren dari indera peraba alias kulit yang merespon sentuhan. Secara normal, saraf ini sih cara kerjanya saat kita menyentuh suatu permukaan benda, atau benda lain menyentuh kita. Terus gimana lagi ya . . .? bingung ih, to the point aja deh ya . . basa basi ala blog pengetahuannya cukup sampai di situ saja dulu . . .

Sedikit malu buat bilang, but it is okay lah. Maulz terlalu sensitif terhadap sentuhan, apalagi sentuhan dari bangsa manusia. Alias penggeli lah kalo dibilang. Pada dasarnya rasa geli itu termasuk normal pada setiap orang, dan itupun hanya terjadi pada bagian bagian tubuh tertentu saja, kalo pada Maulz sih agak lebay, masa semua bagian tubuh ikut ikutan geli.

Ngomong masalah geli, jadi inget masa kecil dulu, duluuuu banget waktu SD lah. Karena di desa nggak ada tukang cukur, jadi anak anak desa termasuk Maulz, rambutnya diguntingin sama mama. Mama cukup profesional lah dalam hal gunting menggunting ini. Dulu itu Maulz susah banget kalo lagi diguntingin, meliuk sana sini, ga tahan gelinya, kayak digelitikin sama rambut rambut yang jatuh di pundak, oh ya cara guntingnya juga tradisional banget, jadi ga ada kain yang nutupin badan kayak di salon salon, jadi wajar kalo banyak rambut yang berjatuhan di pundak atau di badan. Mama sering banget marah gara gara hal itu, sulitnya lagi pas rambut mau dirapiin sama silet, itu gelinya udah kayak sampai di puncaknya, soalnya leher dipegang sih. ga kuaaaat, akhirnya meliuk liuk bikin goresan berdarah di kulit kepala, dan itu lebih baik daripada ngerasain geli. hehehe

Sampai Maulz gede dan kuliah, masih saja sensitif terhadap sentuhan (baca : penggeli). secara ramalan sih Maulz beruntung, karena dibilang cowok penggeli itu adalah cowok yang suka anak anak, dan penyayang. Yeee, emang bener kok, Maulz suka anak kecil, wajar kalo cewek cewek banyak antri buat ngedapetin Maulz, termasuk para cowok (nah, loooh!!).

Sebenernya, Maulz selalu nyembunyikan ke semua orang kalo Maulz itu penggeli, pas cukuran di salon, Maulz nahan banget itu dengan nutupin mata kalo ngerasa geli. Ke tukang salon ajah Maulz sembunyiin, apalagi ke teman teman. Maulz takut sih, takut digelitikin kalo ketahuan, DAN BENCI BANGET DIGELITIKIN. INGAT ITU!!!. Dahulu kala, yang suka banget gelitikin Maulz itu, si Paman yang sekarang udah terlalu tua dan nggak punya niat buat main gelitik gelitikan lagi sama Maulz yang udah gede dan udah pakai celana dalam ini😀 . .

Hal buruk terjadi saat Maulz sedang kuliah saat ini, entah kejadian apa yang membuat negara api marah dan menyerang negara lain, semua ini karena avatar telah hilang begitu saja *iklan*

Hal buruk terjadi saat Maulz sedang kuliah saat ini, entah bagaimana, kapan, dimana, siapa, dan mengapa rahasia Maulz terbongkar. Seisi kampus mengetahui fakta bahwa Maulz seorang penggelier. OMG I am gonna die by now. Awal tersebaranya berita heboh tersebut adalah saat Maulz baru saja memakai sepatu yang baru dibeli satu hari sebelumnya. Seisi kampus menyerbu Maulz, menjelajah seluruh tubuh bagaikan zombi yang haus darah, Maulz hanya bisa menjerit tanpa suara dan pasrah nggak tau harus berbuat apa pada zombi zombi ini. Maulz sesak, Maulz lupa cara bernapas, lupa nama, lupa segalanya, lupa ingatan selepas zombi zombi itu puas.

“There is a zombie on your lawn, there is a zombie on my lawn” *bernyanyi*

Yah, kalo diinget sangat menggelikan, penuh kebencian, dan derita. Yap, Maulz ga suka digelitikin, ga sukanya udah level banget. Tapi ada hal lain di sela sela itu. Kadang, melihat zombi zombi itu tertawa lepas dan begitu bahagia, membuat susana jadi penuh bahagia. Maulz sangat senang dikala melihat zombi zombi itu ikut senang, ya begitu lah End of the story.

Terkadang, mengorbankan diri untuk kebahagiaan orang yang kita peduli dalam hidup kita adalah kebahagiaan tersendiri yang merubah huruf D.E.R.I.T.A menjadi B.A.H.A.G.I.A . .

Tulisan ini khusus buat sobat gue Faris Ghaisani, dan Rizky Pratama yang suka jadi zombi. N buat Sapri dan Aliqa, nggak usah memperluas jaringan zombi zombinya. Plus seisi kampus “don’t do that again”

😀🙂😀🙂😀🙂😀🙂

One comment on “Hal yang Dibenci Ga Selalu Buruk

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: