2 Komentar

Memori Buruk tentang Laut dan Air


XR35W_PHTW5

“Nenek moyangku orang pelaut . . .” mungkin sepenggal bait lagu itu adalah hanyalah lagu usang yang entah masih banyak atau tidak bangsa manusia mengingatnya. Dalam memori, ini adalah lagu wajib bagi Maulz saat bareng ayah saat mengarungi lautan berhari hari, memancing rezeki dalam kerasnya ombak dan bersaing dengan pukat pukat negara tetangga.

Laut itu adalah setengah dari hidup Maulz, sepenggal dari kisah kisah paling menyenangkan yang disisipi memori buruk dan ketakutan dikala memandangnya lagi dan lagi. Lautan itu keras, masyarakat pesisir itu hidup terlalu keras. Kekerasan yang begitu damai dan penuh manfaat bagi setiap umat. Maulz dan masyarakat betul betul tinggal di atas lautan, membangun rumah di atas lautan. Dan laut itu sungguh luar biasa siang dan malam. Di siang hari, akan terlihat bentangan horizon yang langka, sementara di malam hari lautan itu seolah berbintang karena ada banyak ubur ubur serta plangkton yang berpendar mengeluarkan cahaya biru, hijau, putih, dan kadang merah. Menangkap cumi berkilo kilo dalam sekali tangkap adalah pekerjaan yang sangat menakjubkan yang dapat dilakukan pada malam hari.

Dahulu kala, Maulz tidak suka ayah bekerja di laut, Maulz tidak suka kapal dan tidak suka melihat lautan yang tak berujung. Ayah bukan nelayan sejati, maksud Maulz, ayah tidak mencari ikan untuk dijual di pasar desa, ayah bekerja di Hongkong, kapal Hongkong tepatnya. Ayah menjual ikan hidup di sana. Sedikit cerita, ikan ikan yang sudah ditentukan pihak Hongkong ditangkap nelayan lokal, dibiarkan hidup dan dibesarkan dalam keramba yang kami sebut kem, mengembangbiakkan ikan di kala itu adalah suatu hal yang mustahil, jadi ikan ikan yang ada di kem selalu ikan ikan yang berasal dari lautan lepas lalu dibesarkan beberapa bulan sebelum dikirim. Bekerja di kem dan perahu kecil ayah adalah pekerjaan yang sangat membosankan bagi Maulz, dan itu rutin lagi. Setiap sore, Maulz memberi makan ikan ikan yang ada di kem, memberi pakan sesuai jenis ikan dan ukuran mereka. Setelah itu membuang air yang tergenang di perahu menambah kelelahan dan kebosanan saat itu. Namun, banyak hal indah terselip di memori itu. Melihat ikan ikan berebut makanan, adalah kepuasan tersendiri, apalagi memberi makan mereka secara PHP😀 dan menyentuh sisik halus mereka sungguh hal yang luar biasa. Temen temen tahu kan bahwa lobster itu adalah makanan mewah dan mahal?, Maulz cukup beruntung pernah merasakan betapa enaknya daging lobster dari kem kem yang lobsternya ditemukan mati, dan itu duluuuuuuuu bangeeeet.

abandoned2

Waktu masih kecil banget, mungkin belum sekolah, Maulz pernah tenggelam di laut karena jatuh dari kapal. Kenangannya membekas, karena entah kenapa dulu itu terjatuh dari kapal adalah hal yang menyenangkan.
Terjatuh ke laut merupakan pengalaman rutin yang entah kenapa begitu sering terulang setiap tahunnya, sayangnya semakin besar Maulz tumbuh, jatuh dari laut itu mulai tumbuh ekstrim dan tambah ekstrim, bahkan nyawa taruhannya. Beberapa yang terlalu membekas yaitu saat Maulz sedang memancing ikan, tiba tiba kayu yang Maulz injak mengalami kropos dan dan Maulz tergantung memegang kayu yang bisa Maulz raih (ingat, rumah Maulz di atas lautan. bayangkan saja rumah Maulz itu di pohon, dan tanah adalah lautan) sementara kaki Maulz tekena paku yang goresannya sangat besar  dengan darah segar yang melimpah, sampai saat ini luka goresan itu masih membekas dan terlihat masih besar. Pengalaman kedua lebih buruk, jatuh saat lautan sedang surut di mana dasarnya adalah bebatuan karang yang tajam, saat itu Maulz pingsan. Pengalaman buruk yang mirp terjadi di tahun berikutnya, tepatnya saat Maulz di kelas 4 SD. Saat itu Maulz sedang membawa tombak, berlari lari antara dua bilah kayu yang menjadi jalan menuju ke kem, secara arsitektur ada banyak kesalah desain pada jalan jalan di atas laut itu, begitu banyak celah celah, dan mungkin seolah terlihat seperti jembatan putus. Saat itu Maulz berlarian, dan saat mencapai “jembatan putus”, Maulz meloncat seperti biasanya, namun sore itu kurang beruntung, Maulz tidak bisa mencapai seberang dengan sempurna, kaki terpeleset dan dagu menghantam kayu yang ada di seberang, Maulz tercebur di laut yang setengah surut, tenggelam tak mampu bergerak karena kesakitan, tidak lama tiga orang tetangga langsung terjun dan menyelamatkan hidup Maulz. Maulz cukup beruntung karena tombak yang Maulz bawa terlempar cukup jauh sehingga tidak mengoyak tubuh Maulz, jika tidak maka mungkin Maulz tidak bisa menceritakan ini. Walaupun luka pada kejadian itu tidak membekas, namun Maulz tidak bisa bicara beberapa hari karena rahang bawah tidak bisa digerakkan.

Bulan bulan berlalu, entah kenapa ayah Maulz semakin jarang melaut, bahkan beberapa kali perahunya dibiarkan tenggelam lalu diselamatkan, tenggelam lalu diselamatkan lagi. Hingga akhirnya Maulz pindah rumah kelas 5 SD dan perahu itu itu ikut keluarga pindah. Di rumah baru, ayah sangat jarang melaut, pekerjaan ayah kini berubah menjadi petani rumput laut, dan ayah sering ke luar desa. Saat saat buruk di bulan desember pun menyapa. akibat pertemuan laut dingin jepang, dan laut panas laut cina selatan, maka lautan di tempat Maulz berubah menjadi sangat ganas, rumah yang tingga kini bisa dicapai oleh ombak, lautan bukan tempat yang aman antara bulan desember sampai februari, banyak masyarakat yang khawatir mambangun posko sementara di daratan. pada suatu malam saat cucaca buruk itu menerjang, Maulz hanya berdua dengan ibu, sementara adik menemani nenek yang sendirian di rumahnya. Saat itu angin begitu kencang, dan hujannya juga deras, hal buruk terjadi, salah satu tali yang mengikat perahu ayah Maulz terputus, dan perahu itu terombang ambing beberapa meter dari pelabuhan kecil di rumah, tugas Maulz adalah menyelamatkannya. Hanya bermodal ingatan pola pola jalan menuju pelabuhan, dan tanpa cahaya sedikitpun, Maulz perlahan melangkah. Namun malam itu juga kurang beruntung, Maulz melangkah pada pola kosong dan tercebur begitu saja, dihantam ombak, disiram hujan, diusir angin, dan diterpa kegelapan. Maulz ketakutan dan terus berteriak, satu satunya tetangga yang melihat hanya mampu memberi bantuan cahaya dengan senter miliknya. Saat ini, Maulz merasa heran ketika mengingat peristiwa itu, yang Maulz takutkan bukan ombak atau hujan atau angin atau gelap, namun Maulz sangat takut jika tiba tiba datang hiu besar lalu menerkam Maulz, atau ada gurita raksasa yang menarik Maulz, atau dimangsa ular laut yang kelaparan. Sekarang terasa lucu, namun dulu ketakutan itu luar biasa, mungkin pengalam itu bikin Maulz terkadang punya rasa takut yang luar biasa ketika hujan turun, terutama pada malam hari. Lagi lagi Maulz selamat, dan beruntung tanpa luka sedikitpun.

IMG-20130810-01766

Jatuh ke laut memang belum berhenti sampai di situ saja, suatu hari saat lebaran idul fitri, Maulz dan teman teman berlibur ke pulau kecil di tengah laut, memang sebuah tradisi pulau itu selalu penuh pada lebaran ke dua idul fitri. Jam tiga sore Maulz dan rombonganan pun mengarungi laut untuk pulang, sekali lagi bahwa lautan itu keras, lautan itu tidak pernah tenang, waktu itu ombak tidak terlalu tinggi namun arus yang dihasilkan cukup deras. Perahu itu mengelilingi pulau tersebut satu kali, lalu berjalan pergi, namun saat kecepatan mulai dinaikkan beberapa knot (satuan utk kecapatan kendaraan laut), perahu tiba tiba menjadi sangat miring, dan Maulz yang berada di tepi perahu langsung terlempar ke laut bersama dengan yang lainnya, karena tinggi maka naik ke perahu lagi dari permukaan laut adalah hal yang sulit, jadi Maulz dan teman teman langsung berenang bepuluh puluh meter dan kembali ke pulau kecil tersebut. beruntung kami semua memang dibesarkan untuk mengarungi lautan. Saat di tengah laut, Maulz langsung melepaskan semua pakaian dan yang tersisa di badan hanyalah celana dalam yang melekat, ini ditujukan untuk meringankan beban. Maulz cukup kecewa pada kaptennya, karena kami tidak dijemput kembali di pulau itu. Namun itu bukan masalah, karena pulau itu ramai dan kendaraan pulang lumayan banyak dan gratis. Di pulau itu, saat maulz kelas 3 SD juga pernah menyelamatkan temen Maulz yang terseret arus beberapa meter dari pulau, dan rasanya sungguh menakjubkan.

IMG-20130809-01656

Menjadi perenang handal dilautan bukan berarti Maulz selamat di darat. Entah kenapa, sampai umur 15 tahun Maulz belum pernah mandi di kolam air tawar, hingga saat itu pun tiba, Maulz di ajak temen ke kolam karena ada tiket gratis. Pertama kali Maulz terjun ke kolam yang airnya dalem banget, Maulz entah kenapa tenggelam seperti besi, dan saat itu teknik berenang di laut yang biasa Maulz gunakan sama sekali tidak bekerja di kolam tersebut. Maulz tidak panik, lalu mencapai tangga yang tidak jauh untuk mencapai permukaan. Maulz selamat, namun tidak ada yang tahu hal itu karena Maulz gengsi menceritakannya. Maulz berenang, di tempat yang lebih dangkal untuk mencoba memecahkan cara berenang di kolam air tawar, berhasil namun bencana belum selesai. Maulz kemudian main kejar kejaran dalam air, salah satu temen Maulz menjadi pengejar, sementara sisanya menghindari kejaran dan tangkapan. Beberapa menit bermain, Maulz terus menghindar ke tempat yang lebih dalam berenang lebih cepat, namun tiba tiba kaki Maulz keram, dan Maulz tenggelam, mungkin saat itu bisa menjadi salah satu kejadian ekstrim, karena tidak ada yang sadar, hingga akhirnya temen Maulz yang jadi pengejar menyelam dan ingin menangkap Maulz menemukan bahwa Maulz sedang lemas di dalam air, Maulz pun di tolong dan hari itu Maulz behenti berenang hari itu.

Maulz punya banyak sekali luka yang disebabkan oleh makhluk laut, ada yang kena tiram, digigit ular laut, tertancap bulu babi, bahkan pernah dikejar hiu pasir. Selain itu Maulz bahkan pernah merasakan berenang bareng penyu. Dulu pernah punya cita cita pengen bikin rumah di dalam lut dari kaca, untuk menikmati keindahan ekosistem laut yang luar biasa.

Hehe,, ceritanya panjang banget yah. hehe entanh ada yang bakalan baca atau enggak, kalo ada pasti pada serius muka ngebacanya.😀 . . Sharingsnya cukup sampai di sini kawan see you

IMG-20130809-01678

2 comments on “Memori Buruk tentang Laut dan Air

  1. tampilan dan isi blognya kereen,,😉

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: