6 Komentar

Kunjunganisasi ke Sawahnya Petani (belakang kos)


20131008_160546

Kemarin sore, 8 oktober 2013 Maulz dan temen temen sekelas sempet berkeliling ke petakan petakan sawah yang ada di belakang kampus, tentunya kampusnya Maulz, Universitas Muhammadiyah Malang yang memang kebetulan kosan kami berada di sekitar itu juga. Bukan berniat kunjungan sih, namun ingin memenuhi kewajiban mencari jerami untuk praktek di lab biologi.

Pada dasarnya sih, kami berempat (inget, yg satu lagi tukang foto) memang tidak ada basic banyak tentang dunia pertanian, terutama pertanian yang terdapat di jawa, khususnya Malang. Alasan mendasarnya memang beberapa diantara kami berasal dari luar jawa yang notabenenya bentuk dan jenis komoditi pertaniannya lumayan berbeda.

Walaupun berniat hanya mencari bahan untuk praktek, namun ada beberapa palajaran istimewa yang kami khususnya Maulz sendiri bisa dapatkan dari kunjungan itu, sekalian menjadi informasi lebih bagi temen temen yang ingin tahu pertanian yang masih “desa” khususnya kepada temen temen yang dari luar pulau jawa.

Beberapa pertanyaan sempet diutarakan kepada petani petani yang sedang sibuk bekerja di sawahnya, dan sekaligus menjadi informasi lebih bagi kita bersama. Dan satu hal yang harus diluruskan terlebih dahulu bahwa informasi yang Maulz dapet disini hanya didapatkan dari satu lokasi saja, jadi untuk dijadikan perbandingan atau fakta secara penuh masih perlu banyak kunjungan.

20131008_154548

  1.  Di lahan yang begitu luasnya, terdapat petakan petakan yang pada awalnya Maulz mengira itu hanya untuk keperluan irigasi, dan sawah yang begitu luasnya itu adalah milik satu orang yang dikelola orang lain. Dari hasil “wawancara” dengan seorang petani, Maulz dapat menyimpulkan bahwa setiap petakan itu adalah milik dari petani yang berbeda, atau bisa dibilang petakan itu adalah pembatas antar swah dari pemilik yang berbeda. Cara seperti itu lebih dikenal dengan istilah “Petani Gurem”;
  2. Dari pengamatan sendiri terdapat perbedaan signifikan antara sawah yang berada di bagian paling atas, dengan sawah yang paling bawah. Kalo dipikir logika sih memang wajar, toh beda jauh juga lokasinya. Sawah yang berada di bagian paling atas agak kurang subur dibanding sawah sawah yang berada di bawahnya. Namun, dugaan sementara Maulz untuk masalah itu ialah karena masalah irigasi yang kurang lancar. Logikanya sih seharusnya sawah yang paling atas harus lebih subur karena menerima air yang pertama kali. Namun setelah Maulz “analisis” ternyata air di irigasi itu tidak setiap hari mengalir, oleh karena itu, sawah yang paling ataslah yang akan mengalami kekeringan paling cepat, sementara sawah yang paling bawah akan terus menerima air walaupun irigasinya macet. Dugaan lainnya mungkin karena pupuk sawah sawah yang di atas terbawa air irigasi, sehingga bisa jadi sawah yang paling bawah menerima “bagian subur” dari air tersebut; 20131009_163407
  3. Beberapa petani setelah panen selalu membiarkan tanahnya terbengkalai, tanpa memikirkan perawatan tanah pasca panen. Tanah baru akan diolah kembali saat ingin ditanami kembali;
  4. Beberapa petani juga ada yang langsung menanam setelah panen tanpa ada perawatan tanah lebih lanjut. Dalam kasus ini Maulz dan temen temen sempet ngomong dengan petani yang baru saja panen padi, beberapa minggunya langsung menanam jagung. Entah sistem tanam seperti baik atau tidak, masih dalam tahap belajar bagi Maulz dan temen temen.
  5. Sedikit membahas petani yang menanam jagung tadi, dia sedikit membagi pengetahuannya yang telah didapat turun temurun tentang bertanam jagung. Setelah panen padi, bagusnya menanam jagung, tentang alasannya kenapa Maulz tidak mendapat informasi yang jelas. Setelah tanah yang ingin ditanami itu dicangkul, lalu dibuat lubang lubang dan mulai penaburan benih dengan jarak kira kira dua kepalan tangan lah, setelah itu ditaburi Puradan dengan tujuan agar benih jagungnya tidak dimakan semut. Setelah itu, ditaburi abu yang tujuannya agar benih cepat berkecambah.
  6. Tidak hanya satu petani yang kami temui sedang menanam jagung, ada seorang petani lagi yang lebih muda juga menanam jagung dengan pengolahan dan cara penanaman yang berbeda. Yang kedua ini sepertinya melakukannya lebih baik, karena sudah melakukan pengolahan tanah beberapa minggu sebelumnya, petani ini juga membuat irigasi yang lumayan rapi. Jarak tanam yang tidak terlalu dekat, serta tidak menggunakan puradan maupun abu. 20131008_162009
  7. Sedikit menyinggung petani yang menanam jagung di nomer 5, ia sempat bertanya “kuliah pertanian toh mas?”, “iya ibuk” jawab kami, “cepet lulus saja mas, toh juga nanti kerjanya bakalan kayak gini gini aja”. Sebenernya pake bahasa jawa, tapi diterjemahin saja biar semua pembaca mengerti. Dari kata kata petani itu dapat Maulz simpulkan bahwa petani sendiri masih menganggap kuliah dipertanian akan jadi petani, dan jenis pekerjaannya akan itu itu saja.  Padahal sih jika dipanjang panjankan justru karena tidak banyak sarjana pertanian makannya pertanian kita gitu gitu saja. Tetapi Maulz tidak berdebat dengan petani, hanya menampung apa yang mereka pikirkan tentang pertanian.
  8. Untuk pengolahan tanah yang ingin ditanami padi, ada dua orang petani yang kami temui mencampurkan pupuk Urea dengan serbuk gergaji dan limbah pertanian lain seperti jerami. Agar padi lebih subur, jawaban mereka.

Sejauh ini dari kunjungan hari itu itu saja ilmu lebih yang Maulz dapet dari kunjungangaisasi hari itu. hari hari berikutnya, Maulz mendapatkan pengetahuan baru lagi yang insyaallah akan Maulz tulis kemudian hari.

Kunjungan ini bersama tiga temen Maulz lainnya yaitu : Kafid, Salman, dan Linda.

20131008_160148

Maulyadi Salasanto2013-007
Agroteknologi FPP Universitas Muhammadiyah Malang

6 comments on “Kunjunganisasi ke Sawahnya Petani (belakang kos)

  1. Kampus 3.. sawahnya belakang kampusnya

  2. UNMU brp gan? trus ini sawa sbelah mananya?

    coz ane juga malang, gan!

  3. pengen punya blog yang keren juga

  4. blognya bagus gannnn. tulisan-tulisannya juga keren. manteplahhh

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: