Taubatlah


by Maulyadi Salasanto

Hi Guys, Jumat kemarin, Maulz ikut lomba puisi nih. bukan lomba yang gede gede amat sih, but no problem. Alhamdulillah dapet juara 1 dapet banyak buku, pene n’ kaus kaki.. kebetulan banget semua hadiahnya memang lagi Maulz butuhkan banget, he he.. btw, maulz mau share nih puisinya, judulnya Taubatlah. let’s check it out OK!!

Taubatlah

ketika rumput masih tumbuh di tanah
dan air masih mampu memadamkan api
serta bumi masih berotasi
masih ada waktu yang belum berhenti
belum mati
.
aku masih merasa bangga akan dunia yang sementara
langit biru terang masih dapat kulihat
deru ombak laut Cina Selatan masih bisa ku dengar
.
mengapa kaki masih sanggup melangkah
masih sanggup berjalan salah
astaghfirullah,
ampuni aku ya allah
.
jika waktu hidupkan berhenti
apakah kan sadar
duniaku akan mati
mata tak mampu melihat
mulut tak mampu berucap
telinga hanya mendengar seruan tangis merintih sakit dan takut
.
orang orang menangis
merintih
bertatap
memohon
berharap
tak sabar
hilang jalan
apa yang harus kulakukan?
mulut kan dikunci dan tiap helai rambut menjadi saksi
.
parah
tak ada waktu tuk bertaubat
terlambat sudah
.
Diri akan ditanaya
tak mampu menjawab
akankah ku disiksa?
Panas, Panas, Panas, Panasnya, Panas
lailahaillallah
.
Ingatlah pemudi pemuda
pintu taubat masih terbuka
waktu belum berhenti
belum mati
bumi masih berotasi
air masih mampu memadamkan api
dan rumput masih bisa tumbuh ditanah
subhanallah

Kategori : Puisi Islami
Tentang penyesalan dan taubat

%d blogger menyukai ini: