2 Komentar

Wisata ke daerah Maulz yuk, Natuna Island


Banyak orang nggak kenal Natuna. Teman teman facebook Maulz, kalo Maulz bilang tempat tinggal Maulz tu di Natuna, banyak yang nggak tau, apalagi kalo Maulz bilang Ranai (ibu kotanya), tambah pusing. Barulah saat Maulz bilang Natuna itu salah satu kabupaten di Kepulauan Riau mereka ngerti, tapi masih nanya “dekat dengan batam, ya?”, ya tuhaan, malangnya nasib Natuna yang banyak nggak dikenal orang. Langsung aja nih teman teman, ini peta Kepulauan Riau, cari Natuna hayooo

Plok plok plok buat yang udah tahu Natuna yang mana, bagi yang masih bingung, ni Maulz zoom lebih dekat, dari peta di atas dan di peta di bawah, teman teman pasti tahu dimana posisi Natuna di Indonesia

Masih bingung dimana?, ini nih peta Indonesia. Hohoho, jangan bilang masih bingung lagi ya

Jauh amat memang Natuna, sekelilingnya Laut. Ok, sekarang mari kita baca sekilas tentang biodata kabupaten Natuna.
Natuna terletak di ujung utara-barat Indonesia, berbatasan dekat dengan Negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, serta Thailand, tepatnya terletak di laut Cina Selatan.
Natuna pernah menjadi rebutan lima Negara tetangga lho, diantaranya China, Vietnam, Filipina, Malaysia, serta Brunei Darussalam. Untung saja kami selamat, he he, selain itu Natuna juga pernah di klaim oleh Malaysia dan Beijing. Lagi lagi kami selamat, “pak presiden, jaga Natuna agar tetap jadi bagian dari Indonesia,ya”
Karena Maulz tinggalnya di Natuna, lahir di Natuna tepatnya di Balai, Pulau Tiga, jadi postingan Maulz kali ini akan membahas banyak hal mengenai Natuna terutama potensi Wisatanya.
Kabupaten Natuna didirikan pada tanggal 12 oktober 1999, dengan bupati pertama yaitu bapak Drs. H. Andi Rivai Siregar, kabupaten yang baru memang, dengan luas total 3420 km persegi dengan jumlah 69.003 penduduk (sensus 2010). Natuna memiliki 16 kecamatan dan 56 kelurahan. Ibu kota Natuna adalah Ranai. Dahulu kala, Natuna bernama pulau tujuh dengan tujuh pembagian diantaranya kecamatan Jemaja, Siantan, Midai, Serasan, Tambelan, Bunguran Barat, dan Bunguran Timur. Oh ya, penduduk di sini mayoritas adat Melayu, tetapi ada juga penduduk dari Jawa, Tionghoa, Minagkabau, Batak, Bugis, dan Banjar. Segitu aja biodatanya, ada yang ingin ditanyakan silahkan berkomentar.

Walaupun jauh di ujung utara, Natuna punya banyak tempat wisata lho, nggak kalah banyak dan indah kayak di kota kota. Baik wisata bahari, pantai, gunung, sampai kuliner, sejarah dan religi semuanya ada.

Wisata Pantai dan Pulau
Oke, kita mulai mengenal satu satu wisata Natuna, karena yang paling banyak itu adalah wisata pantai, maka akan Maulz bahas pertama kali. Di Natuna terdapat banyak pantai yang indah diantaranya Pantai Tanjung, Pantai Sebagul, Pantai Teluk Selahang, Pantai Setengar, Pantai Cemaga. Pasir pantai lumayan alami dan cukup terawat. Tidak seperti banyak pantai di kota kota dimana sudah menjadi milik pribadi, di Natuna semua pantai ini adalah milik public, artinya kita tidak perlu membayar ketika masuk ke sana (kecuali kalo mau merasakan makanannya, ya harus beli). Pantai yang paling sering di kunjungi adalah pantai tanjung.

Setiap hari minggu, masyarakat setempat selalu berkunjung kesana baik untuk berenang, sekedar melihat lihat ataupun membeli makanan khas. Pantai pantai lain seperti pantai Sebagul, Setengar dan lainnya kerap dikunjungi anak anak muda ketika liburan sekolah, untuk pergi ke sana, cukup menggunakan sepeda motor ataupun mobil. Pantai terdekat dengan ibu kota yaitu pantai tanjung, disana teman teman dapat merasakan banyak jenis makanan khas Natuna, untuk pergi kesana memakan waktu kurang dari setengah jam (kalo ngebut, he he), untuk pantai lainnya dapat memakan waktu hingga lebih dari 1 jam. Karena namanya pantai, disana ya berpasir. Pasirnya putih bersih ditambah airnya yang jernih biru kehijauan (kalo cuaca bagus) dan sejuk, tidak panas karena banyak pepohonan.

Sayangnya beberapa pantai, jauh dari pemukiman penduduk, jadi teman teman harus membawa bekal jika tidak ingin kelaparan. Saat ini pantai indah yang dekat dengan pemukiman penduduk ialah Pantai Tanjung (gambar di atas).

Selain pantai pantai yang telah teman teman baca, ada lagi pantai lain yang nggak kalah indah, tetapi berangkat ke sana tidak bisa menggunakan sepeda motor, karena pantai itu terletak di lautan, terpisah dengan ibu kota. Banyak diantara mereka merupakan pulau pulau yang tidak berpenghuni, diantaranya yaitu Pulau Senoa, Pulau Setanau, Pulau Setai, Paulau Panjang, Pulau Pasir, dan Pulau Laut. Sebenarnya banyak sekali pulau pulau, dimana Natuna memiliki sebanyak 270 pulau. Pulau pulau yang Maulz sebutin di atas adalah yang mudah di jangkau, selebihnya memang sulit di jangkau, alasan utamanya adalah gelombang yang sangat tinggi. Mari kita lihat satu per satu,
Yang paling terkenal di kalangan masyarakat Natuna yaitu Pulau Senoa, letaknya tepat di depan Desa Sepempang.

Pulau ini unik lho, dari jauh terlihat seperti orang hamil yang berbaring, ada kisahnya juga lho, sudah Maulz posting kisahnya dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Pulau ini pernah dikunjungi oleh kapal turis MV Orion II lho, ada turis dari Amerika, Australia, Inggris dan banyak lagi turis dari Benua Eropa, waktu itu mereka (turis turis) disambut dengan berbagai kesenian daerah khas Natuna, juga mereka melepas sekitar 90 anak penyu di sana (kalo ngga salah waktu itu juga ada 90 orang turis). Selain kapal MV Orion II, pada zaman dahulu juga ketika perang dunia II, kapal rusia juga pernah terdampar disana.
Apa yang bisa dinikmati di pulau Senoa?, oh banyak sekali tentunya. Yang pertama sekali pantainya yang putih bersih dan air lautnya yang jernih. Jika beruntung, teman teman bahkan dapat melihat anak anak penyu yang baru menetas dan bersiap siap memulai hidup di laut, tapi untuk bisa melihat penyu yang akan bertelur sepertinya agak sulit karena penyu biasanya bertelur pada malam hari (di desa Sepempang terdapat penangkaran penyu jika penasaran).

Di sana juga ada sarang burung wallet di guanya, dan jika beruntung lagi teman teman dapat melihat burung wallet putih yang juga ada kisahnya (tapi Maulz lupa teman teman gimana kisahnya, maaf). Walaupun di sana merupakan pulau yang tidak berpenghuni, tetapi disana juga terdapat sebuah rumah yang layak untuk dijadikan sebagai tempat berteduh, bahkan ada listrik dari Pembangkit Tenaga Surya. Di pulau Senoa juga merupakan tempat yang bagus untuk snorkeling. Oh ya, kalo sudah berkunjung kesana harus “jaga mulut”, tidak boleh mengucapkan kata kata sumpah serapah apapun. Konon, jika itu terjadi, maka cuaca akan buruk, gelombang akan tinggi, sehingga teman teman tidak akan bisa pulang pada hari itu, dan terkurung dipulau untuk beberpa waktu. Ini bukan hanya dongeng, kalaupun nggak percaya, tapi jangan pernah ingin mencobanya teman teman.
Masyarakat setempat biasanya mengunjungi Pulau Senoa pada hari libur tertentu misalnya libur tahun baru, dan idul fitri serta libur lainnya, jika teman teman pergi pada waktu tersebut, teman teman dapat mengikuti rombongan dimana teman teman akan membayar lebih murah sekitar 10.000-15.000an atau bahkan gratis (kalo teman teman masih kecil, he he) menggunakan kapal kayu atau pompong, tetapi jika ingin menyewa pompong nelayan setempat, biayanya dapat lebih mahal, dapat mencapai 300.000an pergi dan pulang, tapi kalo teman teman pake rombongan, bisa patungan,kan he he he. Oh ya, pompongnya dapat teman teman raih di pelabuhan sepempang, bisa Tanya dengan masyarakat setempat kok dimana tempatnya.
Lanjut yok teman teman, kita ke Pulau Setanau dan Setai. Bagi teman teman yang ke Natuna menggunakan kapal Bukit Raya, dapat melihat secara langsung pulau Setanau dan Setai, karena letaknya di depan-kiri Selat Lampa. Tetapi jika teman teman menggunakan pesawat yang mendaratnya di Ranai, teman teman harus ke selat lampa menggunakan mobil (lebih aman dan nyaman) ataupun sepeda motor (tidak disarankan bagi yang belum berpengalaman, karena perjalannya jauh dan banyak tanjakan, maklum jalannya membelah gunung).
Masyarakat lebih sering mengunjungi pulau Setanau di banding Setai, karena di Setai, tanahnya banyak merupakan kebun kebun penduduk, disana juga tidak terlalu aman, ada Babi hutan. Pulau Setanau jauh lebih kecil dari Pulau Setai, dari jauh bahkan hanya terlihat seperti Pulau Berpasir putih dengan banyak pohon diatasnya. Tidak jauh berbeda dengan pantai pantai lain, pantai pulau Setanau juga memiliki pasir yang putih dan air yang jernih. Pulau ini biasanya dikunjungi pada Idul Fitri dan Idul Adha pada hari raya ke 2 maupun hari raya ke 3. Teman teman dapat melalui banyak jalur untuk ke tempat ini, dari Ranai bisa, dari Sedanau juga bisa, apalagi dari Pulau Tiga. Untuk biaya menggunakan pompong, cukup menghabiskan uang sebesar 10.000 sampai 15.000 rupiah. Tapi jika jalurnya melalui Ranai atau Sedanau, biayanya dapat berbeda, dapat mencapai 50.000 rupiah. Disana biasanya terdapat masyarakat setempat berjualan, jadi cukup membawa uang untuk membeli makanan, atau teman teman dapat membawa bekal sendiri. Pokoknya nggak bakalan nyesal deh kalau sudah ke Setanau, ngomong ngomong kalo beruntung ketemu Maulz, dapet tour guide gratis deh.
Ada lagi pulau lain yang nggak kalah indahnya dari pulau pulau yang udah Maulz ceritakan di atas, yaitu Pulau Laut, Pulau Panjang, dan Pulau Pasir. Dari ibu kota, ketiga pulau tersebut dapat dikatakan pulau terjauh dari ibu kota, karena memang mereka terletak paling ujung dari pulau Bunguran (Natuna). Tenang saja, jauh bukan berarti teman teman tidak bisa kesana, ada banyak alternatif yaitu dengan lewat jalur laut (lebih nyaman), dan jalur darat. Sayangnya untuk jalur laut, masih belum ada tempat sewa pompong, tapi melalui jalur darat, dapat menggunakan sepeda motor, dimana dapat memakan waktu sampai empat jam tanpa berhenti. Memang agak sulit sih, tapi silahkan coba deh.
Masih banyak pulau pulau lain yang indah namun, Maulz masih belum bisa menceritakannya karena memang belum pernah kesana dan transportasipun belum tersedia.

Wisata bahari
Saatnya melihat wisata bahari di Natuna. Seperti yang terlihat di peta dan telah ditulis di biodata, Natuna memiliki wilayah laut yang cukup luas, dan tentu saja punya banyak wisata bahari. Sayangnya lagi lagi Maulz harus bilang kalo maulz nggak bisa menyebutkan semuanya, but jangan kecewa deh.
Ada beberapa tempat di wilayah Natuna yang terkenal dengan wisata baharinya, diantaranya Pulau Tiga, dan Pulau Senoa. Eh, btw Bahari itu tentang laut, bukan?. Maulz lupa, jadi mengartikan Bahari itu yang laut, Wisata Bahari ya Wisata laut. Lanjuuuut.
Cerita tentang kedua pulau tersebut tidak jauh berbeda, kaduanya sama sama memiliki terumbu karang yang layak dipandang mata, dan ikannya tentu banyak juga. Pokoknya dijamin puas deh kalo mancing di kedua tempat itu. Nggak hanya mancing, kita juga bisa menikmati snorkeling dan diving, tapi alat alatnya bawa sendiri ya, cz nggak ada tempat sewa, maaf. He he he.
Lokasinya?, untuk pulau senoa, sudah Maulz ceritakan sebelumnya, sedangkan untuk Pulau Tiga, letaknya tepat di depan selat lampa.

Wisata Kuliner
Ini nih bagian yang paling maulz suka. Wisata kuliner, ya identik dengan makan makan,kan he he he. Walaupun bukan pulau yang besar, Natuna punya banyak makanan khas yang wajib dicicipi kalo sempat singgah. Kebanyakan dari makanan khas itu terbuat dari sagu, dan sebagian kecil terbuat dari ubi dan bahan bahan lainnya. Kenapa banyak sagu?, penjelasannya tidak sulit, karena memang dahulu makanan pokok di Natuna memang sagu, jadi nenek moyang kami telah membuat berbagai macam makanan yang terbuat dari sagu. Yang paling terkenal yaitu Tabel/Tebel/Tabol Mando (kira kira begitulah bahasanya, beda bunguran beda dikit bahasanya, untuk daerah ibu kota memakai kata Tabel Mando).

Tabel Mando ini bentuknya bulat, namun tidak bulat sempurna, ada yang tebal dan besar (lebih enak, biasa dibuat makan bersama tamu dan keluarga), dan ada yang tipis dan kecil (lebih garing, biasa dijual di Pantai Tanjung).
Note : kalo yang ada di gambar, tabel mandonya udah setengah disantap
Entah mirip atau nggak, Maulz bilang mirip dengan Pizza, bedanya tampilan Pizza itu mewah, btw Maulz nggak suka pizza, jauh enak dari Tabel Mando. Pokoknya tabel mando adalah yang paling direkomendasi deh. Sebelum mencobanya, baiknya lihat dulu deh apa apa aja bahan bahan untuk membuatnya, agar tidak ada yang bakalan alergi. Bahan utamanya yaitu Sagu Mentah, dan Kelapa Parut. Bahan tambahan dapat berupa air, garam, ikan simbek (tongkol) asap, cabe, bawang merah, dan bawang putih atau bahan lain yang dapat ditambah sesuai selera. Cara membuatnya mudah, namun cara mengerjakannya yang sulit. Tentang ini akan Maulz bahas lain kali. Oh ya, tabel mando ini sangat enak kalo disajikan selagi hangat, kasimpulannya jangan tunggu dingin atau didinginkan ya.
Ada lagi yang bernama agak mirip denan tabel mando namun bentuknya jauh berbeda, namanya tabel biasa. Sama sama terbuat dari sagu, cara membuatnya bisa bayangkan membuat nasi goreng. Berbeda dengan tabel mando, tabel biasa tidak memakai kelapa parut, air, maupun bahan tambahan lainnya, cukup menggongseng sagu mentah saja. Tabel biasa ini merupakan “nasi” dahulunya, jadi disantap seperti nasi sekarang, dengan lauk pauk. Tapi biasanya, masyarakat menikmati tabel biasa ini dengan pindang simbek.
Makanan lainnya yang terbuat dari sagu yaitu Linot. Bentuknya mirip seperti lem sagu, dan biasanya dinikmati dengan pindang. Maulz kurang tahu apa apa saja bahan bahannya, dan bagaimana cara membutanya karena memang tidak pernah melihat, hanya pernah merasakannya saja. Yang jelas jika linotnya kita nikmati tanpa campuran apapun, akan terasa hambar.
Masih banyak lagi makanan khas Natuna yang terbuat dari bahan utamanya sagu
namun tidak bisa dijelaskan satu persatu
karena makanan lainnya juga menunggu
tapi Maulz dapat menyebutkan nama namanya, diantaranya yaitu tebel kirai, lakse, dll (yang lainnya punya nama yang susah ditulis, jadi jika berkesempatan ke Natuna, bisa bertanya ke penduduk).
Kita tinggalkan sagu, and now time to see our other foods.
Yang nggak kalah enaknya lagi yaitu, Kernas/kasam.

Bahan utamanya ikan, dan biasanya diberi sagu butiran. Ibu Maulz biasanya membuat kernas ketika selesai membuat “kerupuk ikan atau kerupuk atom”, kerena memang kernas enak dibuat dengan bagian daging ikan yang bewarna hitam, jadi yang putihnya dipakai untuk membuat kerupuk ikan atau kerupik atom. Bingung juga Maulz jelasin gimana cara membuatnya, tapi teman teman bisa membayangkan kernas itu dibuat seperti perkedel tahu.
Ada lagi makanan khas Natuna yang bahan utamanya ikan, tapi kali ini bukan ikan gede, tapi ikan kecil seperti bilis (ikan teri yang super halus). Sebenarnya dibilang makanan sih nggak cocok juga, karena nggak bisa dinikmati secara langsung. Namanya Pedek.

(pada gambar, pedeknya sudah diberi tambahan bumbu lainnya seperti cabe, dan bawang merah. pedek juga enak dinikmati dengan digoreng)
Cara membuatnya gampang banget, istilahnya teri itu difermentasikan dengan campuran garam dalam tempat tertutup selama beberapa hari. Pedek ini sekarang juga sudah diekspor ke daerah luar, kebanyakan sih ke daerah pontianak. Ada lagi yang mirip dengan pedek, yaitu Pedek Pasek (terbuat dari kima kecil) dan Calok (terbuat dari udang halus). Untuk pedek pasek, Maulz enggak suka, karena bentuknya besar. Calok juga Maulz nggak suka, karena memang nggak suka makan udang.

Soal rasanya? “taste it and you decide”.
Makanan makanan lainnya yang nggak kalah enak yaitu lemper ubi, lemper pulut, cucur ubi, bangkit, kerupuk atom, kerupuk ikan, kacang karang, pindang, tipeng, nasi dogong dll.
Note : hati hati deh kalo mencoba semua makananya, ntar Mow Mow Lagi deh. Sayangnya tidak semua makanan khas Natuna ini dijual di warung warung, karena memang beberapa makanan hanya dibuat ketika acara tertentu saja, atau ketika ingin membuatnya dan menikmatinya bersama keluarga. Hal ini disebabkan karena memang waktu memasaknya yang cukup lama, dan ada juga yang memerlukan banyak bahan. Intinya, jika masih pengen banget mencoba, tanyalah pada salah satu penduduk apa apa saja bahan bahannya, terus belilah bahan bahannya, lalu mintalah beliau untuk membuatnya (ke Pantai Tanjung aja, masyarakat disana banyak yang tahu, kalo di Ranai sudah banyak orang luar).

Wisata Sejarah
Untuk yang wisata yang satu ini, Maulz kurang tahu banyak, tapi data datanya ada di perpustakaan daerah Natuna. Yang Maulz tahu hanya Batu Rusia, Rumah Datuk Kaya, errr lupa aha. Oh ya, ada juga barang barang peninggalan pada masa penjajahan di Museum Natuna di Ranai Darat, dan bisa tanya tanya juga di sana. Salah satu wisata sejarah lainnya yang terkenal yaitu, Batu Rusia, dimana di batu itu tertulis kata “aku cinta Natuna” dalam bahasa rusia.

Dahulunya, ketika PD 2, kapal rusia sempat terdampar di Natuna, tepatnya di antara pulau Senoa dan desa Sepempang.

Wisata Religi
Ada dua wisata religi yang cukup dikenal, diantaranya yaitu Masjid Agung Natuna, dan keramat binjai. Tidak banyak yang akan Maulz jelaskan, tapi untuk Masjid Agung Natuna, dapat teman teman lihat dari gambar gambar di bawah ini.

.

Lain Lain
Selain tempat wisata yang sudah Maulz sebutin n jelasin di atas, masih banyak lagi tempat wisata menarik lainnya, seperti air terjun ceruk, gunung ranai, pulau kambing, dsb. Natuna juga memiliki banyak batu batu yang memiliki panorama indah yang wajib dikunjungi, diantaranya batu alif, batu kapal, batu sindu, batu burung, dan senubing.

Transportasi ke Natuna
Saat ini, hanya ada dua jenis transportasi untuk mencapai Natuna, yaitu transportasi laut, dan transportasi udara. Transportasi udara merupakan cara termudah dan cepat untuk mencapai Natuna. Maskapai penerbangan yang melewati jalur-jalur ke wilayah Kabupaten Natuna adalah Riau Airlines (RAL) dan terbaru sebelum tulisan ini dibuat adalah penerbangan pesawat Kartika Airlines. Disamping itu pesawat-pesawat milik TNI AU secara rutin mendarat di Bandara Ranai. Pesaawat Hercules milik TNI AU khusus melayani kebutuhan mobilitas personilnya dengan jalur Halim Perdana Kusuma (Jakarta) – Pontianak – Ranai dan sebaliknya.Saat ini jenis pesawat komersil yang masuk hanya pesawat jenis Boeing 737 (armada baru dari RAL) dan Fokker-50 milik RAL serta pesawat Kartika Airlines, sedangkan untuk terminal penumpang, saat ini masih menggunakan terminal pangkalan milik TNI AU , karena belum ada fasilitas terminal penumpang sipil. Sayangnya untuk Jadwal dan harga tiketnya tidak bisa Maulz sebutkan karena sering berubah ubah. Transportasi Laut adalah cara paling ekonomis untuk mencapai wilayah Kabupaten Natuna, disamping biayanya relatif lebih murah, transportasi laut juga menjangkau daerah-daerah kepulauan yang tidak dapat dijangkau oleh jalur udara. Karena itu sarana transportasi laut dan pelabuhan laut sangat penting artinya bagi masyarakat Kabupaten Natuna, khususnya di daerah-daerah kepulauannya. Tanpa adanya sarana ini, masyarakat di daerah kepulauan akan terisolasi, dan mustahil untuk mengharapkan daerah-daerah tersebut dapat berkembang.
Saat ini wilayah Kabupaten Natuna di lewati oleh jalur pelayaran dari PELNI dengan Km. Bukit Raya dan kapal Perintis. Km. Bukit Raya berlayar dari Tanjung Priok – Blinyu – Kijang – Letung – Tarempa -Natuna – Midai – Serasan -Pontianak -Sampit-Surabaya, Kemudian dari Surabaya-Pontianak-Serasan – Midai – Natuna -Tarempa – Letung – Kijang – Blinyu – Tanjung Priok. Butuh waktu 1 (satu) minggu untuk Km. Bukit Raya singgah di pelabuhan yang sama di wilayah Kabupaten Natuna, dengan jalur yang berlawanan. Sedangkan kapal Perintis melayani jalur hampir ke semua pulau-pulau utama di Kabupaten Natuna.

Mayoritas Pelabuhan yang ada di Kabupaten Natuna masih belum memungkinkan untuk kedua jenis kapal tersebut untuk merapat. Tercatat hanya pelabuhan Ranai, Sedanau, dan Tarempa saja yang bisa di rapati oleh kapal penumpang tersebut.
Di pelabuhan-pelabuhan lain, kapal-kapal tersebut hanya hanya melabuh jangkar di tempat paling memungkinkan di dekat pelabuhan-pelabuhan tersebut. Untuk sampai ke pelabuhan atau untuk naik ke kapal, para penumpang dan barang yang akan dimuat harus naik perahu kecil bermotor yang di sebut pompong lebih dahulu.

Note : bebrapa Gambar tidak Maulz jepret sendiri, tapi di ambil dari web web di bawah ini. hal ini disebabkan karena ketika Maulz berkunjung nggak sempat menjepret (krn ga punya kamera bagus, he he)..
– galihleo.blogspot.com
– indonesianarchipelago.com
– natuna.go.id
– kekah.com
– kelvin-pstoph.blogspot.com
– koranbaru.com

About these ads

2 comments on “Wisata ke daerah Maulz yuk, Natuna Island

  1. […] Walaupun Pulau Natuna, daerah asal Maulz ukurannya mungil, namun nggak sedikitpun ngurangin niat bagi siapapun yang sempet tersesat ke sana untuk mondar mandir pulau itu.  Gimana nggak, pulau yang letaknya paling ujung sendiri di sudut barat Indonesia ini betul betul seperti pulau yang nggak berpenghuni, terutama bagi kamu kamu yang ngbolangnya di tengah hutan. Bagi yang ngebolang pake pesawat, sebelum mencapai daratan Natuna, kamu akan disambut dengan angin kencang dan badai, pokoknya pegangan yang erat deh, dari atas sana Natuna seolah olah seperti pulau yang tiba tiba muncul di tengah luasnya laut Cina Selatan. Buat yang pake kapal, jangan harap ada kenyamanan, dari pontianak untuk ke Natuna kamu butuh waktu dua hari, yang ga kuat mending sama pesawat ajah, lagian di kapal juga kamu akan melihat pemandangan yang luar biasa menakjubkan, di kiri kapal kamu akan melihat laut Cina Selatan, sementara di sebelah kanan kapal kamu akan melihat sisi lain dari laut Cina Selatan, dan di buritan dan haluan kamu akan melihat laut Cina Selatan. Piiis. Yeah no Pain no Gain, semoga nggak mengurangi niatmu ngebolang ke Natuna. Baca tentang Natuna di Sini […]

  2. […] kamu bukan Manusia, Maulz” tanya Maulyadi *abaikan*). Yah memang jauh jauh merantau dari Natuna (the beutiful islands) untuk menggali, menimba, serta mencari (dan lain lain) ilmu yang bermanfaat bagi Nusa dan bangsa […]

Tinggalin jejak dengan ngisi komentar ya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.532 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: